Perkim HSU Revitalisasi Ornamen Asmaul Husna: Fokus pada Perbaikan dan Inovasi Green Energy

  • Bagikan
Dinas Perkim HSU akui amankan Tiang Asmaul Husna untuk antisipasi kalau hilang, tiang Asmaul Husna diletakan di Kantor Perkim
Dinas Perkim HSU akui amankan Tiang Asmaul Husna untuk antisipasi kalau hilang, tiang Asmaul Husna diletakan di Kantor Perkim

Hulu Sungai Utara, exposee.id– Sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, hilangnya ornamen Asmaul Husna di kawasan Tugu Shalawat, Amuntai, akhirnya mendapatkan titik terang. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memastikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemeliharaan dan keamanan aset daerah.

Langkah Antisipatif: Diamankan untuk Perbaikan

Kepala Bidang Lingkungan Hidup Perkim HSU, Marwoto, ST, mengklarifikasi bahwa ornamen-ornamen tersebut tidak hilang, melainkan sengaja dilepas untuk menghindari kerusakan yang lebih fatal, Rabu (15/4/2026)

“Banyak ornamen Asmaul Husna di Kota Amuntai yang kondisinya mulai rapuh dan rebah dengan sendirinya. Untuk menghindari kerusakan lebih parah dan menjaga keselamatan publik, seluruh unit kami amankan sementara di kantor,” jelas Marwoto.

Menurutnya, faktor lingkungan dan usia pakai menyebabkan beberapa bagian ornamen mengalami penurunan kondisi. Penurunan ini dinilai berpotensi membahayakan warga jika tetap dibiarkan terpasang tanpa perbaikan menyeluruh.

Perkim HSU lakukan Uji coba pemakaian tenaga surya untuk penerangan Asmaul Husna
Perkim HSU lakukan Uji coba pemakaian tenaga surya untuk penerangan Asmaul Husna

Inovasi Konsep Baru Berbasis Energi Hijau

Tidak sekadar memperbaiki, Perkim HSU tengah menyiapkan terobosan baru dengan mengadopsi konsep green energy. Rencananya, ornamen-ornamen tersebut akan dilengkapi dengan teknologi panel surya agar lebih adaptif terhadap kondisi geografis Amuntai.

“Kami berencana membenahi sistem pencahayaannya menggunakan energi surya. Mengingat beberapa titik di Amuntai rawan tergenang banjir saat musim hujan, sistem kelistrikan yang mandiri dan aman sangat diperlukan,” tambah Marwoto.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap uji coba teknis untuk mengukur keseimbangan antara daya serap panel surya, efisiensi pengisian baterai, hingga tingkat kecerahan lampu saat malam hari. Menariknya, Marwoto mengungkapkan bahwa tahap trial ini dilakukan secara swadaya.

“Untuk tahap percobaan ini, kami menggunakan dana pribadi terlebih dahulu karena anggaran resmi belum turun. Fokus kami saat ini adalah memastikan teknologi ini bekerja maksimal di bawah cuaca yang bervariasi,” ungkapnya.

Komitmen Transparansi dan Pengelolaan Aset

Meski langkah inovasi ini disambut baik, Perkim HSU tetap menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur administrasi. Pengelolaan ini tetap mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah.

Aspek kehati-hatian menjadi prioritas utama guna memastikan setiap tindakan terhadap aset daerah dilakukan secara transparan dan akuntabel, sesuai dengan regulasi yang berlaku untuk mencegah potensi kerugian daerah.

Menuju Wajah Baru Kota Amuntai

Melalui klarifikasi ini, pemerintah berharap masyarakat memahami bahwa pelepasan ornamen tersebut adalah langkah transisi menuju penataan yang lebih baik. Integrasi teknologi ramah lingkungan diharapkan tidak hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang yang lebih tangguh terhadap tantangan lingkungan.

Ke depan, realisasi program dan transparansi proses perbaikan akan menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik seiring upaya memperindah ikon religi di Hulu Sungai Utara.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment