PEMALANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pemalang mengambil langkah agresif untuk memulihkan fungsi jaringan pengairan yang kritis. Guna mempercepat proses normalisasi, DPUTR menerjunkan sejumlah alat berat (ekskavator) secara serentak di beberapa titik sungai dan embung yang mengalami pendangkalan serta kerusakan infrastruktur.
Langkah taktis ini menjadi bagian dari program strategis Bidang Sumber Daya Air (SDA) untuk mengembalikan daya dukung lingkungan, khususnya di wilayah pesisir dan kawasan pertanian produktif di Kabupaten Pemalang.
Alat Berat Sisir Jaringan Air dari Muara hingga Embung
Pengerahan alat berat ini difokuskan pada pembersihan material sedimentasi lumpur dan penataan batu belah untuk memperkuat struktur pembatas air. Berdasarkan data teknis lapangan, ada empat titik krusial yang saat ini sedang ditangani:
Pengerukan Lumpur di Muara Sungai Waluh (Desa Asemdoyong): Ekskavator dikerahkan di kawasan muara untuk mengeruk jutaan kubik endapan lumpur yang menyumbat alur pelayaran. Kehadiran alat berat di lokasi ini sangat dinantikan warga, mengingat muara tersebut merupakan jalur utama keluar-masuk perahu nelayan tradisional yang selama ini kerap kandas akibat pendangkalan.
Revitalisasi Kapasitas Tampung Embung Danayasa: Di sektor pemeliharaan ketahanan pangan, alat berat diterjunkan untuk mengeduk dasar Embung Danayasa. Pengerukan intensif ini bertujuan mengangkat sedimen tanah agar kapasitas tampung air hujan kembali maksimal, sehingga pasokan air irigasi untuk areal persawahan di sekitarnya dapat terjamin.
Konstruksi Pintu Air di Sungai Sembilangan Barat (Desa Kaliprau): Selain pengerukan, alat berat juga difungsikan untuk membantu mobilisasi material berat dalam proyek pemasangan pintu air antirob. Pintu air ini dipasang sebagai katup kendali otomatis guna mencegah masuknya air laut ke hulu sungai saat pasang tinggi.
Pemasangan Perkuatan Tebing Sungai Sicumplung (Desa Kertosari): Alat berat turut disiagakan untuk mempermudah pemasangan struktur perkuatan tebing di Sungai Sicumplung. Proyek fisik ini dikebut untuk memperkokoh tanggul sungai dari ancaman abrasi akibat hantaman banjir rob yang kerap mengancam pemukiman warga Ulujami.
Komitmen Pelayanan Publik Lewat Sinergi #SigapMembangunPemalang
Pihak jajaran DPUTR Pemalang memastikan bahwa penempatan alat berat di titik-titik tersebut sudah melalui kajian prioritas dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Pemkab Pemalang berkomitmen untuk terus memonitor pergerakan alat berat di lapangan agar seluruh target pengerukan dan pembangunan fisik selesai tepat waktu.
Melalui operasi pemulihan fungsi sungai dan embung ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap infrastruktur pengairan dasar dapat kembali bekerja optimal, sekaligus meminimalisasi potensi kerugian materiil warga akibat banjir rob maupun ancaman kekeringan lahan pertanian. (Red)
















Comment