Hulu Sungai Utara, exposee.id – Lembaga Karate-Do Indonesia Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan latihan karate yang rutin dan terstruktur. Upaya ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA di kalangan anak dan remaja.
Di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, terdapat sejumlah dojo aktif yang menjadi pusat pembinaan atlet muda. Di antaranya Dojo Utama Masjid At Taqwa Amuntai, Dojo SDN Tambalangan, Dojo Ponpes RAKHA Amuntai, Dojo Prestasi Komplek Warda, serta Dojo Alabio. Keberadaan dojo-dojo ini menjadi wadah strategis untuk menyalurkan energi positif generasi muda melalui olahraga bela diri.
Sekretaris Umum LEMKARI HSU, Wiratama, menegaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan latihan ini adalah membentuk fisik yang kuat dan mental yang tangguh pada para peserta didik (kohai). “Kami ingin anak-anak tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki mental yang disiplin, fokus, dan mampu mengembangkan prestasi di bidang olahraga,” ujarnya.
Lebih dari sekadar latihan fisik, program pembinaan di LEMKARI HSU juga disertai edukasi mengenai bahaya NAPZA. Para kohai diberikan pemahaman tentang risiko dan dampak negatif penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan.
“Melalui latihan yang berkelanjutan dan pembinaan karakter, kami berharap bisa menciptakan generasi yang berkualitas, sehat, dan bebas dari NAPZA,” tambah Wiratama.
Dengan kombinasi antara latihan disiplin, pembinaan mental, serta edukasi sosial, LEMKARI HSU optimistis dapat menjadi salah satu garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing di masa depan.
















Comment