Hulu Sungai Utara, exposee.id – Upaya penanganan banjir tahunan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) memasuki babak baru. Pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mematangkan rencana proyek sodetan di wilayah Haur Gading yang menelan anggaran sekitar Rp10 miliar.
Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi dampak banjir yang selama bertahun-tahun merendam kawasan Amuntai, Haur Gading, dan sejumlah wilayah rawa di HSU.
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten HSU. Ketua Komisi III DPRD HSU, Munawari, menegaskan bahwa pembangunan sodetan ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat.
“Persoalan banjir di HSU tidak lagi bisa ditangani dengan pola biasa. Daerah kita membutuhkan rekayasa aliran air dan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dalam skala besar,” ujar Munawari kepada media.
Urgensi dan Latar Belakang Proyek
Rencana pembangunan sodetan Haur Gading mengemuka setelah banjir besar berulang kali melumpuhkan aktivitas warga. Secara geografis, wilayah HSU didominasi oleh rawa dan dataran rendah. Kondisi ini membuat air sangat lambat surut, terutama saat curah hujan tinggi disertai kiriman air dari wilayah hulu seperti Balangan dan Tabalong.
Berdasarkan data historis, bencana banjir di HSU sempat merendam lebih dari 21 ribu rumah warga dan berdampak pada 77 ribu jiwa di 204 desa. Sementara pada awal 2025 hingga 2026, genangan berkepanjangan kembali merendam wilayah rawa hingga berminggu-minggu.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab HSU bersama DPRD mempercepat program pengendalian banjir. Saat ini, Dinas PUPR HSU sedang melengkapi perencanaan teknis (DED) sebelum proyek resmi masuk ke tahapan lelang atau tender melalui LPSE.
Spesifikasi Teknis Proyek Sodetan:
-
Estimasi Anggaran: Rp10 Miliar
-
Target Panjang Saluran: $\pm$ 20 Kilometer
-
Lebar Saluran: 20 Meter
-
Kedalaman: 2,5 Meter
-
Rute Aliran: Dimulai dari Desa Hapalah (perbatasan Kabupaten Tabalong) menuju wilayah hilir hingga Sambujur, Desa Tampakang, Kecamatan Paminggir.

4 Fungsi Strategis Sodetan Haur Gading
Munawari menjelaskan, secara teknis sodetan merupakan saluran buatan untuk mengalihkan sebagian debit air dari sungai utama agar tidak menumpuk di satu titik. Proyek ini setidaknya memiliki empat fungsi utama untuk kemaslahatan warga HSU:
-
Mengurangi Tekanan Air ke Permukiman: Mengalihkan volume air yang biasanya menggenangi kawasan padat penduduk langsung menuju jalur hilir.
-
Memulihkan Sektor Pertanian dan Perikanan: Mempercepat surutnya air di lahan penanaman. Selama ini, air rawa sering tertahan karena elevasi sungai lebih tinggi. Dengan adanya sodetan, petani bisa kembali menggarap sawah dan mendongkrak sektor perikanan.
-
Melindungi Infrastruktur Publik: Meminimalisasi risiko kerusakan jalan desa dan gagal panen massal akibat rendaman air yang terlalu lama.
-
Sistem Pengendalian Jangka Panjang: Menjadi bagian dari integrasi rekayasa tata air HSU secara menyeluruh, bukan sekadar penanganan sementara.
“Yang paling penting bukan hanya proyek selesai, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami di Komisi III akan mengawal ketat pengawasan di lapangan agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi, berkualitas, dan tepat waktu,” tegas Munawari.
Tantangan Berat di Medan Rawa
Meski dinilai solutif, pengerjaan proyek senilai Rp10 miliar ini diprediksi akan menghadapi tantangan teknis yang cukup kompleks di lapangan, antara lain:
-
Kondisi Geografis Tanah: Mayoritas medan berupa tanah rawa yang lunak, sehingga mobilisasi dan pengoperasian alat berat memerlukan teknik khusus.
-
Ancaman Sedimentasi Tinggi: Karakteristik lumpur dan endapan rawa yang tinggi berpotensi memicu pendangkalan dini pada saluran sodetan baru.
-
Faktor Cuaca: Progres konstruksi di lahan basah sangat bergantung pada fluktuasi debit air kiriman dan intensitas curah hujan.
-
Manajemen Pemeliharaan: Infrastruktur ini memerlukan normalisasi dan perawatan berkala pascakonstruksi agar fungsinya tidak menurun dalam jangka panjang.
Saat ini, masyarakat HSU menaruh harapan besar agar proyek sodetan Haur Gading dapat terealisasi secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi memulihkan roda ekonomi, pendidikan, serta sosial yang selama ini kerap lumpuh akibat banjir.
















Comment