PEMALANG, Exposee.id– Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinperpuska) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi para garda terdepan literasi daerah.
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Perpustakaan Umum Kabupaten Pemalang, Rabu (11/2/2026), ini menyasar para pustakawan, guru, dan pegiat literasi.
Acara ini menghadirkan panel narasumber ahli, yakni:
dr. Noor Faizah Maenofie (Bunda Literasi Kabupaten Pemalang)
Nugroho Budi Raharjo (Wakil Ketua KPID Provinsi Jawa Tengah)
Widiastri Hesti Rahmawati (Pranata Humas Diskomdigi Provinsi Jawa Tengah)
Literasi Bukan Sekadar Baca-Tulis
Bunda Literasi Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, menekankan bahwa definisi literasi telah bergeser di era digital. Literasi saat ini mencakup kecakapan kritis dalam mengevaluasi serta memanfaatkan informasi secara bijak.
“Tantangan kita semakin kompleks dengan maraknya hoaks dan disinformasi. Pustakawan, guru, dan pegiat literasi adalah garda terdepan untuk membimbing masyarakat agar menjadi pengguna informasi yang cerdas dan kritis,” ujar dr. Maenofie.
Sinergi Etika Media dan Kecakapan Digital
Kehadiran narasumber dari KPID dan Diskominfo Jawa Tengah memberikan penguatan dari dua sisi krusial:
Etika Bermedia: Memahami batasan dan aturan dalam menyebarkan informasi di ruang publik.
Kecakapan Digital: Teknis membedakan konten negatif serta mengoptimalkan perangkat digital untuk pembelajaran yang sehat.
Melalui bimtek ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi Agen Literasi di lingkungan masing-masing, baik itu di sekolah, perpustakaan desa, maupun komunitas hobi.
Mewujudkan Pemalang Bercahaya Melalui SDM Cerdas
Pemkab Pemalang menegaskan bahwa penguatan literasi adalah investasi besar bagi kualitas sumber daya manusia (SDM). Literasi yang kuat diyakini akan melahirkan masyarakat yang berdaya saing tinggi dan tidak mudah terprovokasi.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjadikan perpustakaan dan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang aman, mencerahkan, dan adaptif terhadap dinamika zaman, sejalan dengan visi Pemalang Bercahaya.
Ringkasan Poin Penting:
Fokus: Pemilahan informasi, evaluasi konten, dan pemanfaatan informasi bijak.
Peserta: Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi se-Kabupaten Pemalang.
Output: Terbentuknya agen literasi informasi di level akar rumput.
Visi: Peningkatan kualitas SDM melalui kecerdasan digital.
Kemampuan literasi informasi ini sangat penting, terutama bagi para guru yang sering menghadapi pertanyaan kritis dari siswa tentang tren di media sosial.

















Comment