Komisi II DPRD Brebes Dorong KNMP Jadi Sentra Ekonomi Nelayan Modern

  • Bagikan
IMG 20260918 WA0015

BREBES, Exposee.id — Komisi II DPRD Kabupaten Brebes melakukan kunjungan kerja untuk memonitor langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Krakahan dan Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Kamis (17/9/2026).

Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan proyek strategis sektor perikanan tersebut berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kunjungan lapangan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Brebes, Tobidin, beserta jajaran anggota komisi. Turut hadir Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Eko Supriyanto, jajaran pemerintah desa setempat, serta perwakilan kontraktor pelaksana dari CV Alkomber dan pengawas lapangan.

Dorong Nilai Tambah Hasil Tangkapan

Dalam peninjauannya, Tobidin menegaskan bahwa program KNMP bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan sarana untuk memperkuat ekosistem ekonomi nelayan dari hulu ke hilir.

“Program ini diharapkan dapat menunjang kegiatan perekonomian para nelayan. Hasil tangkapan ikan jangan sampai hanya dijual begitu saja, tetapi bisa dikelola sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tegas Tobidin.

Saat ini, pembangunan KNMP di Brebes baru berjalan di dua titik dari total sembilan TPI yang ada di wilayah Pantura Brebes. Progres pekerjaan fisik di Desa Pengaradan telah mencapai sekitar 30 persen, sedangkan di Desa Krakahan berada di angka 25 persen.

Salah satu sarana vital yang menjadi sorotan Komisi II adalah ketersediaan pabrik es dan fasilitas pengolahan.

Fasilitas ini dinilai sangat penting untuk menjaga kesegaran ikan sekaligus membuka peluang diversifikasi produk olahan, seperti pembuatan ikan kering dan peningkat akses pemasaran.

Soroti Kendala Pembayaran dan Akses Mandiri Nelayan

Di samping meninjau progres konstruksi, Komisi II juga menyerap berbagai kendala yang dialami nelayan di lapangan. Salah satu persoalan klasik yang kerap ditemui adalah keterlambatan pembayaran hasil tangkapan di TPI, di mana nelayan sering kali harus menunggu beberapa hari hingga satu minggu untuk menerima uang mereka.

Tobidin menyatakan, aspirasi dan temuan di lapangan ini akan terus dikawal, bahkan akan diteruskan ke tingkat pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Kita akan tetap melakukan pengawasan secara maksimal sesuai SOP. Konstruksi yang berjalan saat ini kondisinya cukup baik, dan kita berharap bisa selesai tepat waktu agar segera dirasakan manfaatnya oleh warga,” tambah Tobidin. Pihaknya juga berharap Menteri Kelautan dan Perikanan kelak dapat hadir langsung saat peresmian.

Pembangunan Bertahap dan Terintegrasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Eko Supriyanto, menyampaikan bahwa Pemkab Brebes berkomitmen melanjutkan pengembangan program KNMP ke wilayah pesisir lainnya. Akhir pekan ini, pihaknya dijadwalkan melangsungkan survei lokasi lanjutan di Desa Pulogading dan TPI Pulolampes.

Eko menekankan bahwa pembangunan tahap awal ini masih memerlukan kelengkapan sarana pendukung lain pada tahap berikutnya, seperti dermaga TPI, cold storage, rumah pengolahan, dan pusat pemasaran.

“Pemasaran merupakan bagian terintegrasi dari hulu sampai hilir. Hasil tangkapan nelayan harus ditangani, diolah, lalu dipasarkan dengan baik agar memberi nilai tambah dan manfaat ekonomi yang optimal,” pungkas Eko.

Pewarta: Sri Hernowati

banner 120x600
  • Bagikan

Comment