BMKG Peringatkan Dampak Siklon Bakung Masih Terasa, Cuaca Ekstrem Berlanjut Beberapa Hari

  • Bagikan
pexels media 1154510

Exposee.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Bakung dan bibit siklon 93S. Meski pusat sistem cuaca tersebut bergerak menjauh dari Indonesia, pengaruh tidak langsungnya diperkirakan masih akan dirasakan di sejumlah wilayah dalam beberapa hari ke depan.

Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa Siklon Bakung masih menunjukkan peningkatan intensitas. Hingga pertengahan Desember 2025, siklon ini diperkirakan tetap aktif dan bahkan menguat ke kategori dua.

“Pada 15 Desember nanti, siklon ini masih terpantau aktif dengan kecepatan angin mencapai 55 knot dan tekanan udara sekitar 986 hPa,” ujar Guswanto dalam konferensi pers daring, dikutip Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya, meskipun pergerakan Siklon Bakung cenderung menjauh dari wilayah Indonesia, efek tidak langsung seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi tetap perlu diantisipasi.

Sejak awal terdeteksi, Siklon Bakung dan bibit siklon 93S telah memengaruhi dinamika atmosfer nasional. Dampaknya terasa di berbagai daerah, mulai dari pesisir barat Sumatra hingga wilayah selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa dampak cuaca dari kedua sistem tersebut masih berpotensi terjadi dalam satu hingga tiga hari ke depan.

“Walaupun pusat siklon menjauh, intensitasnya justru meningkat. Ini yang menyebabkan potensi cuaca ekstrem tetap harus diwaspadai,” jelasnya.

Ia menyoroti peningkatan risiko gelombang tinggi dan angin kencang, terutama di wilayah perairan barat Sumatra, Bengkulu, Lampung, selatan Banten, hingga pesisir selatan Jawa Barat.

Sementara itu, bibit siklon 93S yang berada di kawasan timur Indonesia juga menjadi perhatian. Meski peluangnya berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat masih relatif kecil, pergerakannya yang lambat dinilai cukup berpengaruh terhadap pola cuaca.

“Bibit siklon 93S berpotensi bertahan di area yang sama selama dua sampai tiga hari ke depan dan memicu hujan lebat serta angin kencang di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT,” kata Andri.

Kesiapsiagaan Diperketat

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa langkah antisipasi telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama BNPB, Basarnas, dan pemerintah daerah di wilayah berisiko.

“Kami terus berkoordinasi untuk menyiapkan personel BPBD dan SAR agar siaga menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi,” ujarnya.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di kawasan rawan banjir, longsor, dan gelombang tinggi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

Selain itu, warga diminta memastikan saluran air tetap bersih, menyiapkan kebutuhan darurat, dan mengamankan barang-barang penting di rumah.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment