Hulu Sungai Utara, exposee.id– Keberadaan Tugu Shalawat di pusat Kota Amuntai kini menjadi simbol kebanggaan baru bagi warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Ikon ini dinilai berhasil mempertegas nuansa religius di kota berjuluk “Kota Bertakwa” tersebut. Namun, di tengah kebanggaan itu, warga menyuarakan kerinduan terhadap ornamen Asmaul Husna yang kini tak lagi menghiasi trotoar jalan protokol.
Dahulu, deretan papan nama-nama Allah tersebut terpasang di sepanjang Jalan A. Yani dan Jalan Norman Umar, memberikan kesan sejuk dan sakral bagi siapapun yang melintas.

Dukungan Legislatif: Harapan Warga Segera Terealisasi
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Ketua Komisi III DPRD HSU, Munawari, memberikan respons positif. Saat dikonfirmasi via telepon pada Selasa (14/4), ia menyatakan dukungannya agar ornamen Asmaul Husna kembali dihadirkan mengelilingi Kota Amuntai.
“Kami di DPRD, khususnya Komisi III, sangat mendukung jika ornamen Asmaul Husna itu dibuat kembali. Ini bukan sekadar hiasan, tapi bagian dari identitas kota kita,” ujar Munawari.
Menurutnya, keberadaan Asmaul Husna di sepanjang trotoar memiliki nilai manfaat ganda, baik dari sisi estetika maupun spiritual.
Keindahan yang Membawa Berkah
Lebih lanjut, Munawari menekankan bahwa kehadiran kembali Asmaul Husna dapat membawa keberkahan bagi daerah. Dengan adanya tulisan tersebut, setiap warga atau pengendara yang melintas secara tidak langsung akan membaca dan mengingat kebesaran Allah.
Poin Penting Dukungan DPRD:
-
Menambah Estetika: Mempercantik tata kota agar selaras dengan kemegahan Tugu Shalawat.
-
Media Dakwah Visual: Memudahkan masyarakat untuk berzikir ringan saat melakukan aktivitas di jalan raya.
-
Nilai Keberkahan: Mengharap ridha Ilahi melalui syiar nama-nama Allah di ruang publik.

Harapan Warga: Sinergi Tugu Shalawat dan Asmaul Husna
Sejumlah warga berharap agar Pemerintah Kabupaten HSU segera menganggarkan kembali pengadaan ornamen ini. Warga menilai, perpaduan antara Tugu Shalawat sebagai pusat (ikon) dan Asmaul Husna yang mengitari kota akan menjadi daya tarik wisata religi yang luar biasa di Kalimantan Selatan.
“Dulu kalau jalan kaki di trotoar Jalan A. Yani, kita bisa sambil baca Asmaul Husna. Rasanya tenang sekali. Kami harap pemerintah mendengar suara kami dan dukungan dari Bapak Munawari bisa segera diwujudkan,” ungkap salah satu warga Amuntai.
Dengan dukungan dari pihak legislatif, kini bola panas ada di tangan eksekutif untuk segera mengembalikan “ruh” religius di trotoar Kota Amuntai agar identitas HSU sebagai Kota Bertakwa semakin kokoh.
















Comment