TMMD Kembali Jadi Andalan Pembangunan Desa di HSU, Efektifkah Menutup Ketertinggalan Infrastruktur?

  • Bagikan
Photo Bersama setelah apel pembukaan TMMD ke-127 Tahun 2026 di Lapangan Pahlawan, Kota Amuntai
Photo Bersama setelah apel pembukaan TMMD ke-127 Tahun 2026 di Lapangan Pahlawan, Kota Amuntai

Hulu Sungai Utara, exposee.id – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menaruh harapan besar pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sebagai motor percepatan pembangunan pedesaan. Bupati HSU, Sahrujani, menegaskan peran aktif Kodim 1001/HSU-BLG dalam membantu pemerintah daerah menjangkau wilayah desa yang selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur dan kualitas layanan dasar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sahrujani saat memimpin apel pembukaan TMMD ke-127 Tahun 2026 di Lapangan Pahlawan, Kota Amuntai, Selasa. Namun, di balik apresiasi tersebut, muncul pertanyaan mendasar: mengapa percepatan pembangunan desa masih harus sangat bergantung pada program milik institusi militer?

Bupati Sahrujani menyampaikan apresiasi atas kontribusi TNI, khususnya Kodim 1001/HSU-BLG, yang dinilai konsisten membantu pemerintah daerah melalui TMMD.

“Program ini merupakan wujud sinergitas dan kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam pembangunan pedesaan,” ujarnya.

TMMD selama ini memang kerap dijadikan solusi untuk membuka akses jalan desa, memperbaiki fasilitas umum, hingga kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kebangsaan. Namun, fakta bahwa program ini terus berulang setiap tahun di wilayah yang relatif sama menimbulkan dugaan bahwa perencanaan dan eksekusi pembangunan desa oleh pemerintah daerah belum sepenuhnya berjalan efektif.

Sahrujani menegaskan bahwa desa yang maju dan berdaya saing menjadi fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten HSU yang bangkit dan berkelanjutan. Ia juga menyebut TMMD tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan nilai sosial.

“Melalui TMMD, tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas SDM, nilai kebangsaan, semangat gotong royong, serta kepedulian sosial,” lanjutnya.

Namun demikian, publik mencatat bahwa indikator keberhasilan TMMD jarang dipublikasikan secara terbuka, baik dari sisi capaian fisik, efisiensi anggaran, maupun dampak jangka panjang terhadap perekonomian desa. Minimnya evaluasi terbuka ini membuat efektivitas TMMD kerap sulit diukur secara objektif.

Bupati HSU berharap TMMD ke-127 mampu memperkuat integrasi antara program pembangunan daerah dan lintas sektor agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Dengan kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat, saya yakin ‘HSU Bangkit’ dapat kita wujudkan bersama, dimulai dari desa,” katanya.

Untuk tahun ini, TMMD ke-127 menyasar Desa Hambuku Hulu, Kecamatan Sungai Pandan, dan Desa Karias RT 04, Kecamatan Amuntai Tengah. Kedua wilayah tersebut selama ini dikenal masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar.

Pelaksanaan TMMD di dua desa tersebut sekaligus menjadi cermin sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti hasil program, bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan jangka pendek. Tanpa keberlanjutan anggaran dan pemeliharaan pascaprogram, pembangunan berisiko kembali stagnan setelah TMMD berakhir.

Kini, tantangan sesungguhnya bukan hanya pada pelaksanaan TMMD, tetapi pada kemampuan Pemkab HSU menjadikan program ini sebagai pemicu, bukan pengganti, tanggung jawab utama pemerintah daerah dalam membangun desa secara berkelanjutan.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment