PEMALANG, Exposee.id— SMK Muhammadiyah 1 Pemalang (SMK Mutu) menjadi pusat perhatian dalam agenda serap aspirasi yang dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah, Rizal Bawazier, pada Selasa (3/11/2026).
Kegiatan strategis Rizal Bawazier yang dihelat di aula sekolah tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan sekolah. Tampak hadir Ketua DPD PKS Kabupaten Pemalang, Priwantoro, S.E., S.Kom., Kepala SMK Muhammadiyah 1 Pemalang, Hasanudin, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ardian Aris Hidayat, serta para perwakilan guru.
Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi pihak sekolah untuk menyampaikan berbagai aspirasi mendasar, mulai dari kebutuhan infrastruktur teknologi, tantangan program magang internasional, hingga penguatan unit usaha mandiri sekolah.
Sinergi Lintas Sektor untuk Kemajuan Pendidikan
Dalam pemaparannya, Rizal Bawazier menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi konstituen secara lintas komisi.
Walaupun Komisi VI membidangi sektor BUMN, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, ia memastikan sinergi antar-lembaga tetap dapat diupayakan demi kebutuhan daerah.
“Prinsipnya kita bekerja untuk menyerap aspirasi masyarakat di dapil. Meskipun kemitraan utama di Komisi VI, kita bisa bergerak lintas komisi seperti ke Kementerian Pendidikan maupun Pekerjaan Umum demi kemajuan daerah,” tegas Rizal.
Pengembangan “Muhammadiyah Net” dan Kebutuhan Sarpras
Pada sesi dialog, pihak sekolah memaparkan perkembangan unit usaha teaching factory (TeFa) berbasis penyedia layanan internet mandiri (ISP), Muhammadiyah Net, yang saat ini telah melayani sekitar 80 pelanggan dengan jaringan fiber optic.
Kendala utama yang dihadapi unit usaha ini adalah kebutuhan perangkat power supply cadangan senilai Rp20 juta hingga Rp40 juta untuk mengantisipasi pemadaman listrik PLN agar layanan tetap stabil.
Selain itu, guru Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) menyampaikan keterbatasan laboratorium praktik yang kerap dialihfungsikan menjadi ruang kelas akibat lonjakan jumlah siswa, serta kebutuhan peremajaan proyektor di ruang kelas.
Menanggapi persoalan ini, Rizal Bawazier mendorong pihak sekolah untuk menyusun proposal bantuan CSR BUMN dengan potensi plafon anggaran hingga Rp200 juta.
Solusi Dana Talangan untuk Program Magang Jepang
Pertemuan ini juga menyoroti keberhasilan program unggulan sekolah yang siap memberangkatkan 7 siswa ke Jepang untuk mengikuti program magang kerja.
Program yang telah berjalan konsisten selama dua tahun terakhir ini menjadi bukti daya saing lulusan SMK Mutu Pemalang di kancah global.
Namun, Kepala Sekolah Hasanudin, S.Pd., mengungkapkan tantangan pembiayaan awal keberangkatan yang kerap memberatkan orang tua dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Sebagai solusi konkret, Rizal Bawazier menyatakan kesiapannya memberikan surat rekomendasi dan dukungan resmi ke bank-bank BUMN (Himbara seperti BSI, Mandiri, BNI, BRI, dan BTN).
Melalui skema ini, siswa dapat memanfaatkan fasilitas dana talangan yang dapat dicicil secara mandiri dari penghasilan mereka selama bekerja di Jepang.
Pihak sekolah juga mengusulkan pembangunan ruang pelatihan hard skill mandiri di area sekolah untuk mengoptimalkan pembekalan calon peserta magang.
Revitalisasi Ritel “Mutu Mart”
Selain sektor teknologi dan ketenagakerjaan, audiensi ini membahas penguatan unit usaha ritel sekolah, Mutu Mart, yang memerlukan suntikan modal serta perlengkapan toko pasca-pandemi.
Rizal menjelaskan bahwa penguatan ritel pendidikan maupun pembenahan fasilitas sarana ibadah sekolah dapat diintegrasikan melalui proposal bantuan CSR BUMN serta program kemitraan lembaga.
Kunjungan reses ini diharapkan memperkuat sinergi antara legislatif, struktur partai, dan dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang dalam mencetak generasi muda yang kompeten, mandiri, dan berdaya saing global.

















Comment