PEMALANG, Exposee.id — Menjelang kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mendelem, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, peta politik dan gagasan pembangunan desa mulai mengemuka. Kepala desa petahana (incumbent) menyatakan kesiapannya untuk kembali mencalonkan diri dengan mengusung strategi terobosan: memperluas sumber pendanaan pembangunan di luar ketergantungan pada Dana Desa (DD).
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur vital, khususnya jalan dan jembatan, ditempatkan sebagai pilar utama dalam konsep program yang disiapkannya.
Petahana menegaskan bahwa akselerasi pembangunan Desa Mendelem tidak boleh hanya bertumpu pada anggaran Dana Desa yang terbatas, melainkan harus diperjuangkan melalui program Pemerintah Kabupaten Pemalang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat.
Memperkuat Sinergi dan Perjuangan Aspirasi Antar-Lembaga
Jika kembali dipercaya memimpin Desa Mendelem, sang petahana berencana memperkuat komunikasi dan koordinasi lintas sektor, termasuk membangun kolaborasi erat dengan para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pemalang, DPRD Provinsi Jawa Tengah, hingga DPR RI.
Langkah ini dirancang secara sistematis melalui mekanisme resmi pemerintahan:
- Inventarisasi dan Pemetaan Infrastruktur: Melakukan pendataan komprehensif terkait lokasi, tingkat kerusakan, manfaat ekonomi warga, serta estimasi kebutuhan anggaran agar setiap usulan memiliki dasar yang presisi.
- Pengajuan Proposal Terstruktur: Menyusun dan mengawal pengajuan proposal pembangunan secara resmi kepada dinas dan instansi yang memiliki kewenangan.
- Transparansi Pengawalan Aspirasi: Membuka akses informasi bagi masyarakat untuk memantau sejauh mana proses pengajuan anggaran baik yang sedang berjalan maupun yang telah disetujui.
Tata Kelola Transparan dan Akselerasi Ekonomi Desa
Meskipun aktif berburu alokasi anggaran dari tingkat atas, pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) dipastikan tetap berjalan sesuai regulasi. Skema pendanaan multisektor ini dirancang untuk saling melengkapi agar penanganan fasilitas umum dapat direalisasikan secara bertahap dan proporsional.
Peningkatan mutu jalan dan jembatan dipandang bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan urat nadi untuk meningkatkan aksesibilitas warga, mendorong kelancaran mobilitas, serta membangkitkan roda perekonomian lokal di Desa Mendelem.
Kendati realisasi program tersebut nantinya tetap memperhatikan aspek kewenangan, ketersediaan anggaran, dan proses perencanaan formal di tingkat atas, gagasan ini menawarkan arah baru tata kelola desa.
Melalui optimalisasi Dana Desa yang dipadukan dengan perjuangan anggaran lintas tingkat secara sah dan akuntabel, pembangunan Desa Mendelem diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.
Pewarta: Sri Hernowati

















Comment