JAKARTA, Exposee.id – Anggota DPR RI, H. Rizal Bawazier, memberikan catatan kritis sekaligus masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait pola interaksi antara petugas pajak dan masyarakat.
Rizal menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan adil agar target penerimaan negara dapat tercapai tanpa menimbulkan ketakutan di kalangan Wajib Pajak (WP).
Menurut Rizal, secara filosofis pajak memang merupakan iuran yang dipaksakan oleh undang-undang. Namun, hal itu bukan berarti petugas pajak bisa menggunakan cara-cara yang keras atau intimidatif.
Hindari Sistem Ancaman
Rizal menyoroti adanya kekhawatiran di masyarakat terhadap sistem perpajakan yang terkadang dirasa menakut-nakuti.
Ia meminta agar aparat perpajakan, mulai dari Account Representative (AR), pemeriksa, hingga penyidik, mengedepankan komunikasi yang baik.
“Jangan ada lagi sistem ancaman atau nakut-nakutin Wajib Pajak. Itulah yang selama ini dikhawatirkan oleh masyarakat. Harusnya, sistem perpajakan dan para petugasnya, baik AR, pemeriksa, penyidik, maupun penilai bisa bersikap baik dan merangkul Wajib Pajak,” ujar Rizal Bawazier kepada tim Exposee.id.
Prinsip Keadilan: “Bayar 10, Bilang 10”
Salah satu poin penting yang ditekankan Rizal adalah akurasi dan kejujuran dalam penilaian besaran pajak.
Ia memberikan perumpamaan sederhana mengenai beban pajak yang seringkali dianggap tidak rasional oleh WP karena adanya penggelembungan angka.
“Kalau misalnya Wajib Pajak itu memang harus bayar 10, ya bilang saja bayar 10. Jangan dibilang harus bayar 50. Kalau angkanya jujur dan sesuai (10), orang pasti mau bayar. Tapi kalau belum apa-apa sudah dibilang pajaknya 50, tentu mereka akan merasa sangat berat, merasa dipaksa, dan akhirnya merasa diancam,” jelasnya.
Kunci Surplus Pajak adalah Transparansi
Politisi PKS ini meyakini bahwa jika sistem perpajakan berjalan secara transparan dan berlandaskan rasa saling percaya, maka target surplus pajak akan jauh lebih mudah tercapai.
Masyarakat pada dasarnya sadar akan kewajiban mereka sebagai warga negara, namun mereka juga menginginkan perlakuan yang adil.
“Insyaallah kalau pendekatannya baik, negara akan surplus pajak. Caranya sebenarnya gampang, semua warga negara ini tahu kalau ada pajak yang harus dibayar,” tambahnya.
Pesan Penutup: Pajak dan Kematian
Menutup pernyataannya, Rizal mengutip sebuah pepatah populer untuk menggambarkan betapa pentingnya kesadaran membayar pajak bagi keberlangsungan sebuah negara.
“Tidak ada yang bisa dihindari di dunia ini kecuali pajak dan kematian. Karena itu, mari kita buat sistemnya menjadi lebih baik agar masyarakat bisa memenuhi kewajibannya dengan tenang,” tutup Rizal.
Pewarta:AW-007

















Comment