Menteri Bappenas Nilai Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Kerja

  • Bagikan
1769681046161

Exposee.id — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang lebih mendesak untuk segera dijalankan dibandingkan penciptaan lapangan kerja, di tengah masih tingginya persoalan kekurangan gizi di sejumlah wilayah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat saat menjadi pembicara dalam Prasasti Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan bergizi, harus menjadi prioritas sebelum mendorong produktivitas ekonomi.

Gizi Jadi Fondasi, Bukan Pelengkap

Rachmat menegaskan bahwa penciptaan lapangan kerja tetap penting, namun tidak akan efektif jika masyarakat masih bergulat dengan persoalan kelaparan dan gizi buruk.

“Lapangan kerja itu penting, tapi makan bergizi jauh lebih mendesak. Kalau kita hanya bicara pekerjaan tanpa memastikan masyarakat bisa makan dengan layak, itu ibarat memberi kail ketika orangnya sudah kelaparan,” ujar Rachmat, dikutip dari kanal YouTube NTV, Sabtu (31/1/2026).

Ia menilai, kondisi riil di lapangan menunjukkan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius, terutama di daerah terpencil dan kelompok masyarakat rentan.

Dampak Langsung ke Kualitas SDM

Rachmat mengungkapkan keprihatinannya terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang masih tertinggal akibat masalah gizi sejak usia dini.

Ia mencontohkan pengalamannya saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian sekolah rakyat, di mana ditemukan siswa tingkat SMP dan SMA yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis secara memadai.

“Kami menemukan fakta bahwa masih ada anak-anak usia remaja yang kemampuan dasarnya tertinggal. Ini bukan semata soal pendidikan, tapi juga soal asupan gizi yang tidak terpenuhi sejak kecil,” katanya.

Menurutnya, kekurangan gizi berdampak langsung pada perkembangan kognitif, konsentrasi belajar, hingga daya saing generasi muda di masa depan.

Pemerintah Pilih Perkuat Fondasi

Lebih lanjut, Rachmat menegaskan bahwa pemerintah saat ini memilih pemenuhan gizi sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

Ia menilai, pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja tidak akan berjalan optimal jika kualitas SDM belum siap secara fisik dan mental.

Program Makan Bergizi Gratis diposisikan sebagai langkah awal untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan produktif.

“Kita harus memperkuat fondasinya lebih dulu. Gizi yang cukup adalah dasar, sebelum kita bicara produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi,” tutup Rachmat.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment