PEMALANG, – Ada pemandangan tak biasa bagi warga yang melintasi jalur Belik–Watukumpul dan Gejos–Tlagasana dalam beberapa hari terakhir. Deru mesin alat berat dan cahaya lampu sorot tampak menerangi lokasi proyek hingga larut malam.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pemalang memang sedang memacu proyek “Rekonstruksi Jalan Paket 7” senilai Rp 3,9 Miliar. Namun, apa sebenarnya alasan di balik pengerjaan yang dikebut hingga malam hari ini?
1. Mengejar Target “Emas” 120 Hari
Alasan utama pengerjaan lembur ini adalah komitmen waktu. Pihak penyedia jasa, CV. Rekan Rukun Berkarya, ditargetkan untuk merampungkan seluruh ruas jalan tersebut dalam waktu 120 hari kalender. Mengingat jalur selatan merupakan urat nadi ekonomi, percepatan pengerjaan bertujuan agar masyarakat tidak terlalu lama mengalami gangguan mobilitas akibat adanya material proyek di bahu jalan.
2. Menjaga Suhu dan Kualitas Aspal
Secara teknis, pengaspalan (hotmix) pada ruas Belik–Watukumpul memerlukan manajemen suhu yang sangat ketat. Melakukan pengaspalan pada sore hingga malam hari terkadang menguntungkan untuk menjaga stabilitas suhu hamparan aspal agar tidak mendingin terlalu cepat sebelum dipadatkan secara maksimal. Hal ini krusial untuk memastikan jalan tidak mudah retak dan memiliki daya tahan ekstra terhadap beban kendaraan.
3. Meminimalisir Gangguan Lalu Lintas
Ruas Belik–Watukumpul dikenal memiliki volume lalu lintas yang cukup padat pada siang hari, terutama oleh kendaraan pengangkut hasil bumi. Dengan mengalihkan sebagian beban kerja berat ke malam hari, tim lapangan dapat bekerja lebih leluasa tanpa menyebabkan kemacetan panjang yang dapat menghambat aktivitas ekonomi warga di siang hari.
Meski bekerja di bawah lampu sorot, kualitas tetap menjadi prioritas utama. CV. Global Disain selaku konsultan pengawas memastikan setiap jengkal beton di Gejos–Tlagasana dan aspal di Belik–Watukumpul tetap memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
“Kami tidak ingin pengerjaan cepat ini mengurangi kualitas. Pengawasan tetap dilakukan 24 jam secara bergantian (shift) untuk memastikan material dan komposisi tetap sesuai standar,” ujar salah satu pengawas di lapangan.
Langkah ekstra yang diambil Pemkab Pemalang melalui DPUPR ini diharapkan segera membuahkan hasil. Jalan yang mulus bukan hanya soal estetika, melainkan tentang percepatan ekonomi, akses pendidikan yang lebih mudah, dan layanan kesehatan yang lebih cepat bagi masyarakat Watukumpul dan sekitarnya.
Selama proses ini berlangsung, para pengguna jalan dihimbau untuk ekstra waspada saat melintasi area proyek pada malam hari. Pastikan mengikuti arahan petugas dan rambu peringatan demi keselamatan bersama.
















Comment