PEMALANG,Exposee.id– Menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451, Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar tradisi Malam Wungon di Pendopo Kabupaten Pemalang, Jumat malam. Acara khidmat ini menjadi ruang refleksi sekaligus doa bersama bagi kemajuan daerah di masa depan. 23/01/2026
Hadir dalam acara tersebut Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Wakil Bupati Nurkholes, jajaran Forkopimda Plus, camat, lurah, serta berbagai elemen masyarakat yang memenuhi area pendopo.
Tradisi yang Mengakar di Seluruh Pelosok
Bupati Anom Widiyantoro menjelaskan bahwa tradisi Wungon tahun ini terasa istimewa karena dilaksanakan secara serentak, tidak hanya di pusat kota tetapi hingga ke pelosok desa di seluruh Kabupaten Pemalang.
“Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh pelosok Kabupaten Pemalang. Malam hari ini kita berkumpul di Pendopo sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang daerah kita yang kini menginjak usia 451 tahun,” tutur Anom.
Menurutnya, antusiasme warga dalam menggelar Wungon secara mandiri di wilayah masing-masing menunjukkan semangat kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan identitas daerahnya.
Refleksi Sejarah dan Harapan Masa Depan
Ketua Organisasi Pejuang 45 Kabupaten Pemalang, Luruh Sayono, yang turut hadir memberikan pesan mendalam mengenai esensi peringatan hari jadi. Ia menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar seremonial tahunan.
“Ini memiliki sejarah panjang dari perjalanan Kabupaten Pemalang. Peringatan ini harus menjadi sarana refleksi diri untuk meningkatkan kesadaran bersama serta mengokohkan tekad agar Pemalang terus maju dan berkembang,” ungkap Luruh Sayono.
Visi “Pemalang Menyala”
Pada usia yang ke-451 ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengusung tema besar: “Pemalang Menyala, Bercahaya, dan Sejahtera.” Tema ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi aparatur pemerintah dan warga untuk:
- Memperkuat Gotong Royong: Menjaga harmoni sosial antar elemen masyarakat.
- Meningkatkan Kesejahteraan: Mendorong pembangunan yang berdampak nyata pada ekonomi warga.
- Menjaga Tradisi: Melestarikan nilai luhur di tengah arus modernisasi.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga Kabupaten Pemalang agar visi “Pemalang Menyala” dapat terwujud secara nyata di tahun-tahun mendatang.
Analisis Perbaikan:
- Struktur Berita: Menggunakan teknik news peg di awal paragraf untuk menjelaskan apa, siapa, di mana, dan kapan.
- Penekanan Tema: Saya menonjolkan tema “Pemalang Menyala” agar pesan utama dari pemkab lebih tersampaikan ke pembaca.
- Tipografi: Penggunaan bold pada nama tokoh dan poin-poin penting untuk memudahkan keterbacaan (scannability).
















Comment