Kronologi 2 Kasus Virus Nipah di India yang Menulari Tenaga Kesehatan, Kemenkes RI Tingkatkan Kewaspadaan

  • Bagikan
IMG 1443

Exposee.id — Kemunculan dua kasus virus Nipah di West Bengal, India, yang menginfeksi tenaga kesehatan (nakes) kembali menjadi perhatian global.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa hingga 28 Januari 2026 Indonesia masih bebas kasus virus Nipah pada manusia.

Meski belum ditemukan kasus di dalam negeri, pemerintah memastikan tidak lengah.

Pengawasan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan diperketat, disertai peningkatan deteksi dini di fasilitas layanan kesehatan, terutama bagi pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit.

Awal Mula Wabah Virus Nipah di West Bengal, India

Berdasarkan laporan situasi kesehatan, wabah virus Nipah di India pertama kali terdeteksi pada 12 Januari 2026 di Distrik North 24 Parganas, West Bengal.

Dua pasien terkonfirmasi merupakan perawat berusia 25 tahun yang bekerja di rumah sakit swasta di Barasat.

Kedua kasus ini menunjukkan adanya penularan antar manusia, terutama dalam lingkungan pelayanan kesehatan.

Kronologi Kasus Pertama Virus Nipah

Kasus pertama dialami oleh perawat perempuan yang memiliki riwayat perjalanan ke Distrik Nadia, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh, pada 14–17 Desember 2025.

• 30 Desember 2025: Pasien mulai mengalami batuk dan demam tinggi

• 4 Januari 2026: Kondisi memburuk hingga kehilangan kesadaran

• Saat ini, pasien dilaporkan dalam kondisi kritis dan menggunakan ventilator

Riwayat perjalanan ke daerah perbatasan menjadi salah satu faktor yang didalami otoritas kesehatan India dalam penelusuran sumber infeksi.

Kronologi Kasus Kedua Virus Nipah

Kasus kedua menimpa perawat laki-laki yang diketahui melakukan kontak langsung dengan kasus pertama saat bekerja bersama pada 20–21 Desember 2025.

• 27 Desember 2025: Pasien mulai menunjukkan demam, gangguan saraf, hingga kejang

• Berbeda dengan kasus pertama, kondisi pasien kedua dilaporkan mulai membaik

Hasil pemeriksaan RT-PCR pada 13 Januari 2026 secara resmi mengonfirmasi keduanya positif virus Nipah.

Ratusan Kontak Dilacak, Nakes Lain Berstatus Suspek

Kementerian Kesehatan India mengungkapkan bahwa 196 kontak erat telah dilacak, dikarantina, dan diuji, dengan hasil seluruhnya negatif virus Nipah.

Namun demikian, tiga tenaga kesehatan lainnya, termasuk seorang dokter, berstatus suspek karena memiliki riwayat merawat pasien terkonfirmasi.

“Situasi terus dipantau dan semua langkah kesehatan masyarakat telah diterapkan,” ujar Kementerian Kesehatan India, dikutip dari NBC News Kamis, (29/1/2026)

Karakteristik Virus Nipah dan Tingkat Fatalitas Tinggi

Virus Nipah merupakan virus zoonosis yang pertama kali diidentifikasi pada wabah tahun 1990-an di Malaysia. Penularannya dapat terjadi melalui:

• Kelelawar buah
• Babi
• Kontak langsung antar manusia

Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk virus Nipah. Penanganan medis yang dilakukan bersifat perawatan suportif, bertujuan mengendalikan komplikasi dan menjaga kondisi pasien.

Menurut World Health Organization (WHO), tingkat kematian virus Nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen, menjadikannya salah satu virus paling mematikan dibandingkan penyakit menular lainnya.

Indonesia Perketat Kewaspadaan Meski Bebas Kasus

Menanggapi situasi tersebut, Kemenkes RI memastikan bahwa Indonesia belum melaporkan kasus virus Nipah, namun tetap meningkatkan kewaspadaan nasional.

Langkah yang dilakukan meliputi:

• Penguatan skrining kesehatan di bandara dan pelabuhan

• Peningkatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan

• Pemantauan ketat terhadap pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit

Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment