Exposee.id — Munculnya kembali kasus virus Nipah di India menjadi perhatian dunia internasional, terutama setelah dua tenaga kesehatan di West Bengal terkonfirmasi terinfeksi virus zoonosis dengan tingkat kematian tinggi tersebut. Meski demikian, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menegaskan bahwa hingga 31 Januari 2026, Indonesia masih bebas dari kasus virus Nipah pada manusia.
Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya kewaspadaan global terhadap potensi penularan lintas negara, khususnya melalui mobilitas perjalanan internasional.
Virus Nipah Menular ke Tenaga Kesehatan di India
Berdasarkan laporan resmi otoritas kesehatan India, dua kasus virus Nipah terdeteksi di Distrik North 24 Parganas, West Bengal, pada 12 Januari 2026. Kedua pasien diketahui merupakan perawat berusia 25 tahun yang bekerja di sebuah rumah sakit swasta di wilayah Barasat.
Fakta bahwa keduanya merupakan tenaga kesehatan memperkuat dugaan penularan antarmanusia di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan, yang selama ini menjadi salah satu skenario paling diwaspadai dalam wabah virus Nipah.
Kronologi Kasus Pertama Virus Nipah di West Bengal
Kasus pertama dialami oleh seorang perawat perempuan yang memiliki riwayat perjalanan ke Distrik Nadia, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh, pada 14–17 Desember 2025.
Adapun kronologi kondisi pasien sebagai berikut:
30 Desember 2025: Mulai mengalami demam tinggi disertai batuk
4 Januari 2026: Kondisi memburuk hingga kehilangan kesadaran
Kondisi terkini: Pasien dirawat intensif dan bergantung pada ventilator
Riwayat perjalanan lintas wilayah ini menjadi fokus utama penelusuran epidemiologi oleh otoritas kesehatan setempat.
Kasus Kedua Diduga Tertular Saat Bertugas
Kasus kedua menimpa seorang perawat laki-laki yang diketahui melakukan kontak langsung dengan pasien pertama saat bekerja bersama pada 20–21 Desember 2025.
Perkembangan kondisi pasien kedua tercatat sebagai berikut:
27 Desember 2025: Mengalami demam, gangguan saraf, dan kejang
Perkembangan terbaru: Kondisi dilaporkan berangsur membaik
Hasil pemeriksaan RT-PCR pada 13 Januari 2026 mengonfirmasi bahwa kedua pasien positif terinfeksi virus Nipah.
196 Kontak Erat Dilacak, Tiga Nakes Masih Suspek
Kementerian Kesehatan India menyatakan telah melakukan pelacakan terhadap 196 kontak erat dari kedua pasien. Seluruhnya telah dikarantina dan menjalani pemeriksaan, dengan hasil negatif virus Nipah.
Namun demikian, tiga tenaga kesehatan, termasuk seorang dokter, masih berstatus suspek karena memiliki riwayat merawat pasien terkonfirmasi.
“Situasi terus dipantau secara ketat dan seluruh langkah kesehatan masyarakat telah diterapkan,” ujar Kementerian Kesehatan India, dikutip dari NBC News, Sabtu (31/1/2026).
Virus Nipah: Zoonosis Mematikan Tanpa Vaksin
Virus Nipah merupakan virus zoonosis yang pertama kali diidentifikasi pada wabah di Malaysia pada akhir 1990-an. Penularannya dapat terjadi melalui:
Kelelawar buah sebagai reservoir alami
Babi sebagai inang perantara
Kontak langsung antarmanusia, terutama di fasilitas kesehatan
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk virus Nipah. Penanganan medis masih bersifat suportif, berfokus pada pengendalian gejala dan komplikasi.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), tingkat kematian virus Nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen, menjadikannya salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.
Kemenkes RI Tegaskan Indonesia Masih Aman
Menanggapi perkembangan kasus di India, Kemenkes RI memastikan bahwa Indonesia belum melaporkan satu pun kasus virus Nipah. Meski demikian, kewaspadaan nasional terus ditingkatkan.
Langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah meliputi:
Penguatan skrining kesehatan di bandara dan pelabuhan internasional
Peningkatan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan
Pemantauan ketat pelaku perjalanan dari wilayah terjangkit virus Nipah
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti rilis resmi otoritas kesehatan.

















Comment