Investasi di Jawa Tengah Melonjak, Proyek-Proyek Strategis Menarik Minat Investor

  • Bagikan
IMG 20250729 205835 scaled 1

SEMARANG, Exposee.id – Jawa Tengah semakin menjadi magnet bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Tren investasi yang masuk ke provinsi ini menunjukkan pertumbuhan signifikan, didukung oleh berbagai proyek strategis yang menarik minat investor.

Kepala Administrator KEK Kendal dan KEK Industrilopolis Batang, Tjertja Karja Adil, menyebut bahwa investor dari Tiongkok dan Korea Selatan banyak yang merelokasi usahanya ke Jawa Tengah.

Hal ini menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan iklim investasi terbaik.

Saat ini, jumlah pelaku usaha di KEK Kendal mencapai 128 pengusaha, di antaranya berasal dari Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Malaysia. Sementara itu, di KEK Batang, terdapat 48 pelaku usaha yang berinvestasi.

 

Potensi Investasi dan Realisasi Capaian

 

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Riyatno, banyak potensi yang bisa dikembangkan di Jawa Tengah untuk meningkatkan investasi. Berbagai proyek strategis pun telah disiapkan, antara lain:

  • Udang Vaname Terpadu (Kabupaten Cilacap)
  • Industri Perikanan Terpadu (Kabupaten Pati)
  • Pengolahan Garam Industri (Kabupaten Jepara)
  • Industri Mokaf (Kabupaten Banjarnegara)
  • Industri Kelapa Terpadu (Kabupaten Cilacap)
  • Pusat Regional Komoditas Pertanian (PRKP) dan Sub Terminal Agribisnis (Kabupaten Grobogan)
  • Transformasi TKL Ecopark (Kota Magelang)
  • Pengembangan Wisata Pulau Panjang (Kabupaten Jepara)
  • Rumah Sakit Berbasis Green Hospital (Kabupaten Semarang)

Target investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 adalah Rp78,33 triliun. Hingga triwulan I, realisasi telah mencapai Rp21,85 triliun (27,89%).

Realisasi ini terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,77 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,08 triliun.

Lima sektor terbesar penyerap investasi adalah industri tekstil, industri barang dan kulit alas kaki, industri karet dan plastik, industri makanan, serta industri perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

Investasi pada triwulan I tahun 2025 juga berhasil menyerap 97.550 tenaga kerja dengan penambahan 20.431 proyek baru.

Lima besar negara investor PMA adalah Tiongkok, Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, dan Belanda.

Bagaimana menurut Anda, proyek-proyek strategis ini dapat lebih meningkatkan daya tarik investasi di Jawa Tengah?

banner 120x600
  • Bagikan

Comment