HPN 2026 Pemalang: Di Tengah Ujian Bencana, Pers Jadi Mitra Strategis Kawal Pembangunan

  • Bagikan
IMG 20260217 033025 scaled 1

PEMALANG, Exposee.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Pemalang berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertempat di Gedung Sasana Bhakti Praja, Senin (16/2/2026).

Acara dikemas dalam bentuk Sarasehan dan Apresiasi Budaya Pentas Wayang Dalang Cilik, yang melambangkan sinergi antara informasi modern dan kearifan lokal.

 

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, jajaran PWI Pemalang, serta sejumlah tokoh daerah lainnya.

 

Apresiasi di Tengah Situasi Darurat

Wakil Bupati Nurkholes menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya karena harus memantau langsung titik-titik bencana, seperti jembatan roboh di Bodeh dan banjir di Comal. Namun, ia tetap menyempatkan hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap profesi jurnalis.

 

“Alam benar-benar sedang menguji kita semua. Saya mengapresiasi HPN tetap diperingati dengan kesederhanaan dan penuh makna, apalagi dikemas dengan budaya lokal berupa pagelaran wayang kulit,” ujar Wabup Nurkholes.

 

Wabup juga memuji profesionalisme insan pers di Pemalang yang selama satu tahun kepemimpinannya dinilai bersih dari berita hoaks yang merusak, serta aktif memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan daerah.

 

Laporan Pembangunan: Program Jalan Halus Merata

Dalam kesempatan tersebut, Nurkholes memaparkan capaian signifikan di tahun 2025:

 

Peningkatan Anggaran Jalan: Dari Rp90 miliar menjadi hampir Rp160 miliar.

 

Fokus Utama: Mewujudkan program “Jalan Halus Merata” dan pembangunan kawasan City Walk.

 

Tantangan Alam: Meski infrastruktur dikebut, bencana longsor di Watukumpul menjadi perhatian khusus. Pemerintah memastikan perbaikan darurat selesai sebelum arus mudik Lebaran.

 

Filosofi HPN 2026: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat”

Ketua PWI Pemalang, Ali Basarah, menjelaskan bahwa tema HPN ke-80 tahun ini adalah “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dengan Bangsa Kuat.” Ia mengingatkan bahwa sejarah panjang PWI sejak 1946 adalah bukti bahwa pers adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa.

 

“Peringatan Hari Pers tidak bisa dilepaskan dari sejarah PWI. Jadi tidak perlu ada sikap skeptis, karena kita semua bekerja di dunia jurnalistik yang sama,” tegas Ali Basarah.

 

Pentas Dalang Cilik: Simbol Regenerasi Budaya

Sebagai penanda dimulainya pagelaran, Wakil Bupati Nurkholes didampingi Kadiskominfo Pemalang Dian Ika Siswanti menyerahkan tokoh wayang Bima kepada dalang cilik Ki Narendra Hang EsHan. Penyerahan tokoh Bima ini melambangkan kekuatan dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan.

 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua KPU Pemalang Agus Setiyanto, serta jajaran pengurus PWI dan insan pers se-Kabupaten Pemalang, mempertegas soliditas antara penyelenggara negara dan pilar keempat demokrasi.

 

Ringkasan Poin Penting:

Tema: Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dengan Bangsa Kuat.

 

Refleksi: Pers diakui sebagai pengendali informasi yang membantu stabilitas daerah di tengah bencana.

 

Infrastruktur: Komitmen anggaran jalan naik signifikan menjadi Rp160 miliar di tahun 2025.

 

Budaya: Pelestarian seni melalui penampilan dalang cilik sebagai rangkaian HPN.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment