Bak Medan Perang, Jalur Provinsi Kalijambe–Jenggul Tegal Rusak Parah: Warga Desak Perbaikan Segera!

  • Bagikan
IMG 20260104 WA0006

TEGAL, Exposee.id – Kondisi infrastruktur jalan provinsi yang menghubungkan Desa Kalijambe menuju Jenggul, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, terpantau dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan lapangan pada Minggu (4/1/2026), akses vital ini tampak “babak belur” dengan kerusakan yang merata di hampir sepanjang jalur.

 

Pemandangan di lokasi menunjukkan permukaan aspal yang telah mengelupas, menyisakan lubang-lubang dalam yang menganga.

Kerusakan ini kian diperparah oleh tingginya intensitas kendaraan bermuatan berat (truk besar) yang melintas setiap hari, menyebabkan struktur jalan yang sudah labil semakin hancur.

 

Ancaman Nyata Bagi Pengendara

Kerusakan ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi telah bertransformasi menjadi ancaman keselamatan bagi pengguna jalan.

Warga setempat yang ditemui tim awak media mengungkapkan keresahan mereka atas risiko kecelakaan yang mengintai setiap saat.

 

“Miris melihatnya, apalagi ini statusnya jalan provinsi. Lubangnya banyak dan dalam. Pengendara harus ekstra hati-hati dan melakukan aksi ‘zigzag’ untuk memilih jalan yang agak rata. Kalau lengah sedikit saja, bisa berakibat fatal,” ujar salah satu warga di lokasi.

 

Dampak Ekonomi dan Mobilitas

Jalur Kalijambe–Jenggul merupakan urat nadi distribusi barang dan mobilitas ekonomi bagi warga di wilayah Kecamatan Tarub dan sekitarnya. Jika kerusakan ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius, dikhawatirkan akan terjadi:

 

  • Kelumpuhan Aktivitas Ekonomi: Biaya logistik meningkat dan waktu tempuh menjadi jauh lebih lama.
  • Peningkatan Angka Kecelakaan: Terutama saat malam hari atau cuaca hujan di mana lubang seringkali tertutup genangan air.
  • Kerusakan Kendaraan: Meningkatnya biaya perawatan kendaraan warga akibat medan yang ekstrem.

 

Desakan Kepada Pemerintah Provinsi

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah pengendara dan tokoh masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dinas terkait untuk segera melakukan langkah konkret.

Mereka menekankan bahwa perbaikan tidak boleh sekadar “tambal sulam” mengingat beban kendaraan yang melintas adalah truk-truk besar.

 

“Kami berharap pemerintah segera melek mata. Jangan menunggu jatuh korban jiwa baru bertindak. Jalan ini butuh perbaikan dengan kualitas yang layak sesuai beban kendaraan yang melintas,” pungkas warga penuh harap.

 

Laporan: Tim GWI (Gabungan Wartawan Indonesia)

banner 120x600
  • Bagikan

Comment