TP PKK Pemalang Gelar Lomba Cipta Menu B2SA dan Seni Carving Buah untuk Perkuat Ketahanan Pangan

  • Bagikan
IMG 20260420 211048 scaled 1

PEMALANG, Exposee.id – Semangat kreativitas perempuan Pemalang mewarnai peringatan Hari Kartini 2026. Tim Penggerak PKK Kabupaten Pemalang menyelenggarakan perlombaan inovatif berupa penyusunan menu makanan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) serta lomba carving atau seni mengukir buah dan sayur di Pendopo Kabupaten Pemalang, Senin (20/4/2026).

 

Kegiatan ini menjadi ajang bagi para kader PKK untuk menunjukkan kemahiran dalam mengolah pangan lokal menjadi sajian yang menggugah selera sekaligus memiliki nilai estetika tinggi.

 

Inovasi Pangan Melalui Program Pokja III

Di sela kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Noor Faizah Maenofie, menjelaskan bahwa perlombaan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja III yang berfokus pada penguatan sektor pangan dan sandang.

 

“Lomba ini diharapkan dapat menginspirasi para ibu dalam menyajikan hidangan yang lebih menarik. Dengan tampilan yang estetis melalui seni carving, diharapkan minat anak-anak untuk mengonsumsi buah dan sayur dapat meningkat,” ujar Noor Faizah.

 

Mendukung Ketahanan Pangan dan Kualitas Konsumsi

Lebih dari sekadar kompetisi, pemilihan jenis lomba ini memiliki misi strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang tidak hanya cukup secara kuantitas, tetapi juga unggul secara kualitas gizi.

 

Konsep B2SA menekankan pada:

 

Beragam: Mengonsumsi berbagai jenis makanan agar kebutuhan nutrisi terpenuhi.

 

Bergizi: Mengandung unsur makro dan mikro nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

 

Seimbang: Proporsi makanan yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas fisik.

 

Aman: Bebas dari cemaran fisik, kimia, maupun biologis.

 

Pemberdayaan Komoditas Unggulan Lokal

Kegiatan ini juga menjadi panggung bagi produk-produk pertanian asli Kabupaten Pemalang. Para peserta ditantang untuk mengeksplorasi komoditas unggulan daerah, seperti nanas madu khas Pemalang dan berbagai sayuran segar lokal, agar memiliki nilai jual dan daya tarik lebih tinggi.

 

Melalui sentuhan seni carving dan kreativitas resep, produk lokal yang sederhana dapat berubah menjadi hidangan kelas atas yang menyehatkan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberdayakan ibu-ibu secara keterampilan, tetapi juga mendukung keberlangsungan ekonomi petani lokal di Kabupaten Pemalang. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Comment