Peringati Hari Bumi, Bupati Pemalang Launching Bank Sampah Dadi Resik di Desa Kandang

  • Bagikan
IMG 20260423 075024 scaled 1

PEMALANG – Momentum peringatan Hari Bumi Sedunia tahun 2026 di Kabupaten Pemalang ditandai dengan langkah nyata penyelamatan lingkungan dari tingkat desa. Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, secara resmi meluncurkan (launching) Bank Sampah “Dadi Resik” di Desa Kandang, Kecamatan Comal, Rabu (22/4/2026).

 

Peluncuran ditandai dengan pembukaan selubung papan nama bank sampah sebagai simbol dimulainya era baru pengelolaan sampah di desa tersebut.

 

Kepedulian Kecil, Dampak Besar

Dalam arahannya, Bupati Anom menekankan bahwa pelestarian alam tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar. Kesadaran individu dalam memilah sampah dari rumah adalah kunci keberlanjutan lingkungan.

 

“Kepedulian sekecil apa pun kepada alam akan memberikan dampak yang luar biasa jika dilakukan bersama-sama. Melalui momen Hari Bumi ini, kepedulian kita harus mulai ditanamkan sejak hari ini,” ujar Anom.

 

Bupati secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada kaum perempuan di Desa Kandang yang menjadi garda terdepan pengelola bank sampah ini. Menurutnya, ibu-ibu adalah pelopor edukasi terbaik bagi generasi muda.

 

Mengubah Paradigma: Sampah Menjadi Sumber Rezeki

Kehadiran Bank Sampah “Dadi Resik” terbukti mampu mengubah pola pikir masyarakat. Jika dahulu membuang sampah dianggap sebagai beban biaya, kini justru menjadi tabungan yang menghasilkan uang.

 

“Sekarang buang sampah malah dapat uang. Ini paradigma yang harus terus dikembangkan. Tidak hanya sampah anorganik, sampah organik pun jika dikelola nilai ‘cuan’-nya luar biasa,” imbuh Bupati.

 

Dikelola 100% Perempuan

Kepala Desa Kandang, Muhtadin, menjelaskan bahwa perjalanan “Dadi Resik” dimulai sejak Musrenbangdes 2024 dan resmi terbentuk pada 25 Oktober 2025. Sementara itu, Pengelola Bank Sampah, Puji Jawiyah, mengungkapkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi.

 

Berikut adalah fakta menarik tentang Bank Sampah “Dadi Resik”:

 

Pengurus: Seluruh pengelola adalah perempuan.

 

Nasabah: Hingga saat ini telah memiliki 71 nasabah aktif.

 

Sistem Tabungan: Sampah anorganik yang dibawa warga ditimbang, lalu hasilnya dicatat langsung di buku tabungan nasabah.

 

Tantangan: Karena tingginya permintaan penjemputan sampah, pengelola saat ini masih mengandalkan gerobak manual untuk operasional.

 

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh Kepala BPS Pemalang Teguh Iman Santoso, Kepala DLH Pemalang Ahmady Stiawan, serta Kepala Dispermasdes Pemalang Andri Adi.

 

Kehadiran Bank Sampah “Dadi Resik” diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Pemalang untuk mewujudkan lingkungan yang bersih sekaligus mandiri secara ekonomi. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Comment