Tanggapi Keluhan Warga Pantura, Rizal Bawazier Desak Penutupan Outlet Miras Berkedok Restoran

  • Bagikan
IMG 20260720 WA0000

PEMALANG, Exposee.id – Gelombang keresahan masyarakat di wilayah Pantura terkait makin maraknya peredaran minuman keras (miras) mendapat perhatian serius dari Rizal Bawazier.

Menanggapi aduan dan penolakan keras dari warga, ia menyuarakan desakan tegas agar pemerintah daerah dan aparat menindak jaringan outlet yang dinilai meresahkan lingkungan.

Rizal Bawazier menegaskan bahwa kawasan Kota Pekalongan, Pemalang, hingga Batang harus sepenuhnya bersih dari praktik penjualan miras yang berkedok sebagai toko umum maupun toko anggur.

Langkah ini diambil guna merespons keresahan orang tua dan warga yang khawatir akan dampak buruk peredaran miras secara bebas.

Soroti Pelanggaran Izin Usaha

Menanggapi laporan dari masyarakat, Rizal menyoroti keberadaan sejumlah outlet yang terafiliasi dengan HWG (Holywings Group). Beberapa titik lokasi yang menjadi pusat sorotan warga di antaranya:

Kabupaten Pemalang: Jl. Raya Pantura Sewuni (Ampelgading) dan Jl. Taman 2 (Taman).

Kota Pekalongan: Komplek Dupan, Kalibaros.

Berdasarkan penelusuran perizinan, outlet-outlet di bawah entitas PT Semarang Ciamik Soro tersebut mengantongi NIB KBLI 56101 yang ditujukan untuk usaha restoran.

Namun, fakta di lapangan dinilai sangat bertolak belakang dengan izin yang dimiliki:

Bukan Restoran Murni: Operasional lokasi tersebut tidak mencerminkan aktivitas restoran sebagaimana mestinya.

Penjualan Miras Masif: Tempat tersebut terbukti aktif memperjualbelikan minuman beralkohol secara langsung maupun gencar dipromosikan lewat media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Bahaya Akses Bebas dan Penjualan Daring

Rizal Bawazier membenarkan kekhawatiran warga yang menilai akses pembelian minuman keras saat ini sudah pada tahap mengkhawatirkan.

Kemudahan memesan miras secara daring (online delivery) melalui aplikasi layanan pengantaran umum seperti Grab dinilai makin melonggarkan pengawasan dan membahayakan generasi muda.

Merespons kondisi tersebut, Rizal menyampaikan sikap tegasnya untuk berdiri bersama masyarakat:

“Kita tidak boleh menoleransi aktivitas komersial yang secara nyata merusak lingkungan dan tatanan sosial Masyarakat. Oleh karena itu, saya harap untuk segera menghentikan seluruh aktivitasnya dan menutup operasional outlet HWG tersebut,” tegas Rizal.

Sinergi Bersama Warga Menjaga Pantura

Penegasan Rizal Bawazier ini menjadi angin segar bagi warga Pekalongan, Pemalang, dan Batang yang selama ini menyuarakan penolakan.

Masyarakat berharap sinergi antara aduan warga, pengawalan tokoh publik, dan tindakan tegas dari regulator serta aparat penegak hukum dapat segera membuahkan hasil nyata.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi perizinan secara menyeluruh dan menutup operasional outlet yang terbukti menyalahgunakan izin usaha demi menjaga tatanan moral, ketertiban, dan kondusivitas wilayah Pantura.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment