PEMALANG, Exposee.id– Lapangan sepak bola Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, menjadi pusat perayaan kebanggaan daerah dengan digelarnya Festival Mangga Tahun 2025.
Ribuan warga tumpah ruah menghadiri acara pembukaan pada Sabtu (1/11/2025) siang.
Festival dua tahunan yang mengusung tema “Menyatukan Rasa Menuju Istana” ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.ST.M.K, didampingi oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif.
Acara yang digagas oleh Ketua Panitia Endro Johan Kusuma ini dihadiri sekitar 1.500 peserta, termasuk Forkopimda, OPD Provinsi dan Kabupaten, para petani mangga, dan pelaku UMKM.
Grebeg Gunungan Mangga Simbol Rasa Syukur
Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Gubernur, dilanjutkan dengan tradisi “Grebeg Gunungan Mangga”, sebagai simbol rasa syukur atas melimpahnya hasil panen mangga di Pemalang.
Bupati Anom Widiyantoro menyampaikan apresiasi, menegaskan bahwa Festival Mangga, yang rutin digelar sejak 2016, telah menjadi simbol komitmen Pemalang untuk mengembangkan potensi unggulan daerah.
“Festival Mangga ini terasa istimewa karena dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa komoditas mangga Pemalang, khususnya Mangga Istana, semakin dikenal dan diapresiasi di tingkat nasional,” ujar Bupati Anom.
Bupati menjelaskan, festival yang berlangsung selama tiga hari (31 Oktober – 2 November 2025) ini bertujuan untuk:
- Mempromosikan produk unggulan daerah.
- Meningkatkan kesejahteraan petani.
- Menggeliatkan ekonomi lokal dan pariwisata.
- Melestarikan budaya dan alam.
- Gubernur Apresiasi Kekompakan dan Budaya
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Ahmad Luthfi, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan masyarakat Desa Penggarit dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi daerah.
“Mangga Istana ini saya jadikan contoh potensi unggulan wilayah saat debat calon Gubernur Jawa Tengah,” ungkap Gubernur.
“Saya sangat mengapresiasi petani dan masyarakat Penggarit yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya Jawa Tengah.”
Gubernur menegaskan bahwa Desa Penggarit layak dijadikan contoh kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat.
Beliau berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus mendorong Jawa Tengah menjadi provinsi yang “Gemah Ripah Loh Jinawi, masyarakatnya sehat dan tenteram”.
Acara dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian tradisional, memperkuat semangat kebersamaan.
Festival Mangga 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi buah, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Pemalang sebagai daerah yang kaya potensi, budaya, dan semangat persatuan.

















Comment