PEMALANG, Exposee.id– Keluarga besar SMP Negeri 1 Belik menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana alam di wilayah Pemalang Selatan, meliputi Kecamatan Pulosari, Moga, dan Watukumpul. Penyerahan bantuan dilakukan langsung ke posko pengungsian pada Kamis (22/1/2026).
Dilansir dari cminews, Kepala SMPN 1 Belik, Indah Palupi, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar pengumpulan donasi materi, melainkan instrumen penting dalam pendidikan karakter siswa. Menurutnya, sekolah bertanggung jawab menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial sejak dini.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata gotong royong. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki empati yang tinggi terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah,” ujar Indah Palupi.
Donasi yang terkumpul dari seluruh guru, staf Tata Usaha (TU), dan siswa dikelola oleh pengurus OSIS di bawah bimbingan Lusiana, S.S.. Berdasarkan koordinasi dengan posko penanggulangan bencana, dana tersebut diwujudkan dalam bentuk barang-barang mendesak, antara lain seperti, Bahan pokok (beras), Perlengkapan tidur (selimut), Kesehatan (obat-obatan), Kebutuhan bayi (pampers dan susu), dan Uang tunai.
Penyaluran bantuan dipimpin oleh Abdullah, S.Ag. selaku guru Pendidikan Agama Islam, yang mendampingi pengurus OSIS menuju Posko Kecamatan Pulosari.
Tak hanya bantuan fisik, SMPN 1 Belik juga menggelar aksi doa bersama di halaman sekolah. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk memohon keselamatan bagi para korban bencana serta para relawan yang tengah bertugas di lapangan.
Ditambahkan, Ketua OSIS SMPN 1 Belik, Nadin, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan rekan-rekan sesama siswa.
“Kami bangga bisa berkontribusi. Meski kecil, kami berharap ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di pengungsian,” ungkapnya.
Melalui aksi “Solidaritas Tanpa Batas” ini, SMPN 1 Belik berharap dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam situasi darurat bencana.

















Comment