Chrome Terancam Disusupi, Google Minta Pengguna Segera Update Browser

  • Bagikan
pexels media 1482061

Exposee.id — Google mengimbau pengguna peramban Chrome untuk segera melakukan pembaruan setelah ditemukan sejumlah celah keamanan serius yang berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Salah satu kerentanan bahkan diketahui sudah digunakan dalam serangan dunia nyata.

Peringatan ini disampaikan setelah Google merilis pembaruan Chrome terbaru untuk sistem operasi Windows, macOS, dan Linux. Versi yang dirilis membawa perbaikan terhadap tiga celah keamanan, dengan satu di antaranya dikategorikan berisiko tinggi.

Google menjelaskan bahwa detail teknis celah paling berbahaya belum diungkap ke publik. Langkah tersebut diambil untuk mencegah eksploitasi lanjutan sebelum mayoritas pengguna berhasil memperbarui browser mereka. Kerentanan ini disebut sebagai zero-day, yakni celah yang telah dimanfaatkan sebelum perbaikannya tersedia.

Awalnya, informasi soal daftar perbaikan keamanan tidak langsung dimunculkan di blog resmi Chrome. Beberapa jam kemudian, barulah Google merilis keterangan tambahan yang mengonfirmasi bahwa seluruh temuan berasal dari peneliti keamanan eksternal.

Selain celah berisiko tinggi, dua kerentanan lain diklasifikasikan sebagai tingkat menengah. Meski begitu, Google tetap meminta pengguna tidak menunda pembaruan demi menjaga keamanan data dan aktivitas digital mereka.

Pembaruan Chrome sendiri biasanya berjalan otomatis. Namun, pengguna disarankan memastikan versi terbaru sudah terpasang dengan membuka menu Help lalu memilih About Google Chrome. Pembaruan serupa juga telah disediakan untuk pengguna Chrome di perangkat Android dan iOS.

Dampak dari temuan ini tidak hanya terbatas pada Chrome. Sejumlah browser lain yang menggunakan basis Chromium juga berpotensi terpengaruh. Microsoft Edge dan Brave telah lebih dulu menyesuaikan sistem mereka ke versi Chromium terbaru.

Sementara itu, Vivaldi merilis pembaruan keamanan lebih awal meski masih menggunakan basis Chromium versi sebelumnya. Di sisi lain, Opera yang masih memakai Chromium versi lama disebut berisiko terdampak jika celah zero-day tersebut menjangkau versi yang lebih rendah.

Google menargetkan rilis versi Chrome berikutnya pada awal 2026. Hingga saat itu, perusahaan meminta pengguna tetap waspada dan memastikan peramban yang digunakan selalu berada pada versi paling mutakhir.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment