Exposee.id — Seorang balita perempuan berinisial I (3) dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus Kali Cikarang saat bermain di sekitar bantaran sungai di Perumahan Grand Cikarang Village, Desa Jaya Sampoerna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Senin (26/1/2026).
Peristiwa balita hilang di Kali Cikarang Serang Baru tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan keterangan warga, korban saat itu bermain bersama beberapa anak seusianya di area yang berdekatan langsung dengan aliran sungai.
Arus Kali Cikarang Dilaporkan Deras
Warga menyebutkan, debit air Kali Cikarang meningkat seiring kondisi cuaca dan hujan di wilayah hulu. Arus yang cukup deras tersebut diduga menjadi faktor risiko bagi anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai.
Kepanikan muncul ketika korban tiba-tiba menghilang dari pantauan. Salah satu anak yang bermain bersama korban kemudian meminta pertolongan warga dan menyampaikan bahwa temannya terbawa arus sungai.
Polisi Lakukan Pengecekan, Tim Gabungan Diterjunkan
Mendapat laporan dari warga, Polsek Serang Baru segera mendatangi lokasi kejadian untuk pengecekan awal serta mengumpulkan keterangan saksi.
“Informasi awal dari saksi menyebutkan bahwa korban tidak sempat tertolong saat arus membawanya. Satu anak lainnya berhasil selamat dan kemudian melaporkan kejadian ini kepada warga,” ujar pihak pelapor dalam keterangan tertulis dikutip dari Instagram seputar Cikarang Selasa (27/1/2026).
Penyisiran Darat di Sepanjang Aliran Sungai
Tim gabungan yang terdiri dari Polsek Serang Baru, Babinsa, Senkom SAR, Mitra Wijayakarta, Cikarang Ambulans Service (CAS), RTB, Korgad, serta perangkat desa melakukan asesmen lapangan dan penyisiran darat di sepanjang aliran Kali Cikarang.
Petugas menyusuri bantaran sungai dan sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus, sambil berkoordinasi dengan warga yang memahami kondisi medan setempat.
Imbauan Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar sungai dan bantaran air. Risiko meningkat saat debit air tinggi dan arus sungai deras, sehingga aktivitas di sekitar sungai perlu dibatasi demi keselamatan.
















Comment