Tinjau Sungai Meduri, Rizal Bawazier Bawa Kabar Baik Pembangunan Tanggul Banjir Pekalongan

  • Bagikan
Screenshot 2026 0602 144833

PEKALONGAN, Exposee.id– Masalah banjir rob dan limpasan air hujan menahun yang kerap melumpuhkan wilayah Pekalongan terus menjadi perhatian serius di tingkat pusat. Merespons keluhan warga yang tak kunjung usai, Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, meninjau langsung kondisi memprihatinkan di bantaran Sungai Meduri, Pekalongan.

 

Dalam kunjungan lapangan di Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah tersebut, Rizal menegaskan bahwa langkah konkret harus segera dieksekusi.

Ia mengungkapkan telah melayangkan surat resmi kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) serta Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian PUPR untuk mengupayakan solusi permanen.

 

“Kami sebagai anggota DPR pernah mengajukan surat kepada Pak Menteri dan Dirjen Sumber Daya Air. Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan jawaban yang positif,” ujar Rizal Bawazier saat memberikan keterangan pers langsung di tepi Sungai Meduri.

 

Proyek Multiyears Tanggul Sungai Meduri

Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, Rizal membawa kabar baik bagi masyarakat Pekalongan.

Kementerian PUPR berkomitmen untuk membangun infrastruktur tanggul di sepanjang bantaran Sungai Meduri.

Proyek strategis ini direncanakan berjalan secara multiyears (tahun jamak), yang akan dimulai pada tahun ini hingga tahun depan.

 

Tanggul ini nantinya dikonsepkan untuk memiliki fungsi ganda, yaitu:

 

Sisi Utara: Membendung dorongan air pasang laut (rob) agar tidak meluap ke permukiman warga.

 

Sisi Selatan: Menahan derasnya debit aliran air hujan yang mengalir dari wilayah hulu di Kabupaten Pekalongan.

 

Kombinasi kedua faktor alam ini disinyalir menjadi pemicu utama parahnya genangan banjir di kawasan bantaran selama bertahun-tahun.

 

Desak Anggaran Cair Tepat Waktu Tanpa Hambatan

Mengingat tingkat urgensi yang tinggi di lapangan, politisi PKS ini mewanti-wanti agar alokasi anggaran yang sudah dicanangkan untuk tahun ini tidak mengalami hambatan birokrasi atau penundaan dalam bentuk apa pun.

 

“Saya mohon dengan sangat atas nama warga masyarakat Pekalongan, karena masalah ini sudah bertahun-tahun tidak bisa diselesaikan. Harapan kami kepada Pak Menteri, bagaimana caranya supaya warga di bantaran Meduri ini tidak kebanjiran lagi,” tegas Rizal.

 

Ia menambahkan, dampak yang ditimbulkan setiap kali banjir melanda sangat masif, mulai dari kerusakan fisik hunian hingga lumpuhnya roda ekonomi warga kelas menengah ke bawah. Oleh karena itu, ketepatan waktu realisasi proyek fisik menjadi harga mati.

 

“Kondisinya sangat parah sekali kalau terjadi banjir. Jadi, anggaran yang diharapkan untuk dapat dipergunakan tahun ini, harus benar-benar turun dan direalisasikan tahun ini juga,” imbuhnya.

 

Menutup keterangannya, Rizal Bawazier menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Kementerian PUPR atas respons cepat terhadap surat aspirasi yang dikirimkannya. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya proyek ini dari Senayan hingga fisik tanggul benar-benar berdiri kokoh membebaskan warga Pekalongan dari jerat banjir. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Comment