Transformasi Mustahik Menjadi Muzakki: Pemkab Pemalang dan Kemenag Luncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat

  • Bagikan
IMG 20260108 083114 scaled 1

Pemalang, Exposee.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan PC Ansor resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Rabu (7/1/2026).

Program ini dirancang sebagai motor penggerak UMKM dan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis religi.

 

Peresmian dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, dengan disaksikan langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kepala Kemenag Pemalang Sarif Hidayat, serta Ketua PCNU Pemalang Abu Joharudin Bahry.

 

Mendorong Kemandirian: Keluar dari Garis Kemiskinan

Bupati Anom mengapresiasi program ini karena sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten dalam menekan angka kemiskinan. Beliau mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi daerah terkait disparitas angka kemiskinan.

 

“Angka kemiskinan di Kabupaten Pemalang masih cukup besar, yakni 13%, masih di atas rata-rata provinsi dan nasional yang berada di angka 9%. Oleh karena itu, kemandirian ekonomi adalah hal mutlak agar masyarakat bisa keluar dari kemiskinan,” tegas Anom.

 

Bupati berharap sinergi ini terus berkembang ke wilayah lain di Pemalang yang memiliki angka kemiskinan tinggi, dengan melibatkan peran aktif ormas seperti Ansor dan NU sebagai mitra pemerintah.

 

Strategi “Pesugihan Bersyariat” dan Wakaf Produktif

Kepala Kemenag Pemalang, Sarif Hidayat, menjelaskan pendekatan unik dalam mendampingi pedagang kecil melalui para penyuluh di setiap KUA. Selain bantuan finansial, pedagang diberikan edukasi mengenai tata cara berdagang yang berkah.

 

Pesugihan Bersyariat: Memberikan tips dan pencerahan cara berdagang yang baik, jujur, dan sukses sesuai tuntunan syariat Islam.

 

Pendampingan Lapangan: Menurunkan 5–10 penyuluh di setiap KUA untuk bergerak di pasar-pasar menyasar pedagang mikro.

 

Optimalisasi Baznas: Mengarahkan pendistribusian (pentasyarufan) zakat untuk modal usaha produktif, bukan sekadar konsumtif.

 

Visi Besar Kemenag: Membangun Ekonomi Keumatan

Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, menyatakan bahwa kolaborasi dengan Baznas, PWI, dan Pemda merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat.

 

“Tujuan akhirnya adalah agar para mustahik (penerima zakat) saat ini, melalui pemberdayaan dan wakaf produktif, di masa depan dapat bertransformasi menjadi muzakki (pemberi zakat),” ujar Saiful.

 

Poin Utama Program Pemberdayaan Ekonomi Umat:

Sinergi Lintas Sektor: Kolaborasi Pemkab, Kemenag, Baznas, dan Ormas Keagamaan (Ansor/NU).

 

Target Sasaran: Pedagang kecil dan pelaku UMKM di wilayah dengan angka kemiskinan tinggi.

 

Metode: Pemberian bantuan modal usaha dikombinasikan dengan pendampingan manajemen dagang syariah.

 

Output: Peningkatan kesejahteraan umat dan kemandirian ekonomi daerah.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment