Sinergi Polri dan Pemkab: Jembatan Presisi Desa Kebandaran Resmi Mulai Dibangun

  • Bagikan
IMG 20260115 080841

PEMALANG, exposee.id – Harapan warga Desa Kebandaran, Kecamatan Bodeh, untuk memiliki akses transportasi yang lebih efisien segera terwujud.

Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, bersama Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Presisi yang menghubungkan RT 01 dan RT 02, Rabu, 14/1/2026.

 

Program ini merupakan inisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah yang disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang guna mempercepat pemerataan infrastruktur di tingkat desa.

 

Memutus Rute Memutar, Mempercepat Mobilitas

Selama ini, warga kedua wilayah tersebut harus melintasi jalur utama yang memutar meski jarak antar-RT sebenarnya cukup dekat. Kehadiran jembatan ini diprediksi akan memangkas waktu tempuh secara signifikan.

 

“Kalau mau ke RT 02 harus memutar lewat jalan utama. Meski tidak terlalu jauh, tetap memakan waktu. Dengan adanya jembatan ini, akses tentu akan lebih mudah dan cepat. Kami sangat mendukung,” ujar Jatmiko, salah seorang warga setempat dengan antusias.

 

Bagian dari Proyek Strategis Jawa Tengah

Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, menjelaskan bahwa pembangunan di Desa Kebandaran ini adalah bagian dari target besar pembangunan 60 Jembatan Presisi di seluruh Jawa Tengah. Program ini merupakan implementasi Instruksi Presiden terkait percepatan pembangunan infrastruktur nasional.

 

“Jembatan Presisi adalah wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah. Ini adalah makna strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat kemitraan kami dengan warga,” papar Kapolres.

 

Dorongan untuk Ekonomi Lokal

Wakil Bupati Nurkholes mengapresiasi kreativitas Polres Pemalang dalam memetakan wilayah yang membutuhkan sentuhan pembangunan. Ia optimis bahwa jembatan ini akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi desa.

 

Manfaat Utama Jembatan Presisi Desa Kebandaran:

 

Efisiensi Waktu: Menghapus rute memutar bagi warga RT 01 dan RT 02.

 

Pemerataan Pembangunan: Memberikan akses infrastruktur layak bagi wilayah pelosok.

 

Pertumbuhan Ekonomi: Mempercepat arus distribusi barang dan aktivitas ekonomi antar-dusun.

 

“Jika akses antar-dusun lebih cepat, aktivitas ekonomi otomatis akan berkembang. Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan harus dirasakan hingga ke sudut-sudut desa,” tandas Nurkholes.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment