Exposee.id — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pemulihan pasokan energi, khususnya listrik, menjadi fokus utama pasca-banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Gangguan listrik masih terjadi di beberapa wilayah, menuntut penanganan cepat agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dijadwalkan turun langsung ke tiga provinsi terdampak untuk memantau kondisi jaringan listrik dan menilai kerusakan infrastruktur.
“Kami akan memastikan energi dan listrik kembali stabil. Beberapa tower yang rusak akan dicek langsung Pak Menteri,” ujarnya.
Menurut Yuliot, Aceh dan Sumatra Utara masih mengalami pemadaman signifikan akibat jaringan yang putus. Sementara Sumatra Barat mulai menunjukkan tanda pemulihan, meski beberapa titik masih memerlukan pengecekan teknis sebelum listrik sepenuhnya tersambung.
Selain pemulihan listrik, distribusi BBM juga menjadi perhatian. Pemerintah ingin memastikan pasokan energi penting tetap tersedia untuk kebutuhan warga terdampak. Koordinasi dengan pihak lokal di lapangan dianggap krusial agar proses ini berjalan lancar.
Kunjungan Menteri ESDM juga mencakup pemantauan kondisi lingkungan sekitar lokasi bencana. Tujuannya untuk menilai potensi penyebab kerusakan alam yang bisa memperlambat pemulihan energi, termasuk kemungkinan pembalakan liar atau aktivitas tambang yang tidak terkendali.
Yuliot menekankan, meski dugaan aktivitas tambang emas berada jauh dari lokasi terdampak, pengecekan visual dari udara akan dilakukan. Ini penting untuk memetakan potensi risiko tambahan yang mungkin mengganggu proses pemulihan.
Pemerintah menyoroti bahwa gangguan energi berdampak luas, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga layanan publik. Oleh karena itu, penanganan cepat dan tepat menjadi kunci agar warga tidak terlalu lama menghadapi keterbatasan listrik dan BBM.
Pemulihan jaringan listrik di Sumatra Barat menunjukkan progres positif. Namun, tim teknis masih harus memeriksa beberapa titik kritis untuk memastikan semua sambungan listrik aman dan stabil.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mengembalikan listrik, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana serupa di masa depan. Ketersediaan energi menjadi faktor utama agar masyarakat bisa pulih lebih cepat setelah bencana.
Dengan turun langsung ke lapangan, Menteri ESDM dapat mengambil keputusan cepat berdasarkan kondisi nyata, termasuk prioritas perbaikan infrastruktur yang paling terdampak.
Langkah koordinasi antara Kementerian ESDM dan otoritas lokal dinilai penting untuk mempercepat pemulihan. Monitoring langsung di lapangan juga memudahkan identifikasi hambatan dan solusi tepat sasaran.
Pemulihan listrik dan BBM di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi perhatian serius pemerintah. Kunjungan Menteri Bahlil diharapkan mempercepat proses pemulihan, sehingga warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.
















Comment