Banjarbaru, exposee.id-Kabar menggembirakan datang dari Kalimantan Selatan (Kalsel) di sektor pertanian. Pada tahun 2025, Kalsel berhasil mencatatkan surplus pangan tertinggi di seluruh Kalimantan, bahkan melampaui pertumbuhan nasional, menandai pencapaian signifikan dalam produksi pertanian regional.
Ir. H. Syamsir Rahman, MS., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, mengungkapkan bahwa produksi pangan Kalsel tahun ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 16 persen. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 13 persen.
“Kenaikan produksi ini sangat signifikan, mencapai sekitar 131 ribu ton dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1,029 juta ton. Saat ini, total produksi kita berhasil menembus angka 1,6 juta ton,” jelas Syamsir di Banjarbaru, Senin (10/11/2025).
Peningkatan ini, lanjutnya, memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan regional Kalimantan. Kalsel kini menduduki peringkat pertama, diikuti oleh Kalimantan Barat dengan kenaikan tipis sekitar 20 ribu ton. Sementara itu, Kalimantan Tengah mengalami penurunan, dan Kalimantan Timur serta Kalimantan Utara stagnan.
Momentum Hari Pahlawan: Petani Adalah Pahlawan Sejati
Dalam momentum Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November, Syamsir mengajak semua pihak untuk memaknai peran petani sebagai pahlawan sejati bangsa.
“Jika guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, maka petani adalah pahlawan tanpa segalanya,” tegasnya.
Syamsir menambahkan, para petani terus berdedikasi menanam tanpa mengharapkan perintah atau penghargaan. “Mereka tidak menunggu upacara atau piagam. Mereka bekerja dengan tekun dan diam-diam, namun hasilnya memberi makan seluruh bangsa. Oleh karena itu, jika kita berbicara tentang pahlawan pangan, merekalah sosok yang sesungguhnya,” ungkapnya dengan penuh apresiasi.
Imbauan untuk Pemerintah Kabupaten dan Kota
Syamsir juga menyampaikan pesan penting kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih aktif dalam memberikan dukungan kepada para petani. Hal ini dikarenakan mulai tahun 2026, anggaran provinsi akan mengalami penurunan signifikan hingga mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun.
“Sebagian besar anggaran nantinya akan diserahkan ke kabupaten dan kota. Oleh karena itu, mereka harus siap membantu para petani. Jangan sampai urusan pertanian yang sangat vital ini justru tidak menjadi prioritas,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya sektor pangan dengan menyampaikan sindiran halus. “Coba kita renungkan, jika kita membangun jalan, apakah kita bisa makan aspal? Jika kita membangun gedung, apakah kita bisa makan semen? Sebagus apapun infrastruktur yang kita miliki, jika tidak ada beras, kita tetap akan lemah,” tegasnya.
Apresiasi untuk Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Syamsir juga menyoroti perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian yang semakin membaik di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
“Rating Pak Menteri saat ini sangat populer, namun juga paling banyak diserang. Hal ini wajar, karena jika kita berjalan lurus, pasti ada banyak pihak yang tidak menyukai. Namun, kerja nyata beliau sudah terbukti,” ujarnya menutup pernyataan.
Dengan pencapaian ini, Kalimantan Selatan tidak hanya membuktikan diri sebagai lumbung pangan di Kalimantan, tetapi juga menegaskan bahwa semangat para petani adalah wujud nyata kepahlawanan yang menghidupi bangsa.
















Comment