Exposee.id-Hulu Sungai Utara, Suasana khidmat dan penuh kebanggaan mewarnai prosesi pengukuhan Munawari, seorang tokoh adat yang disegani di Hulu Sungai Utara (HSU), sebagai Ketua Demang Dayak Meratus Loksadu Borneo. Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian dan pengembangan adat Dayak Meratus di tengah arus modernisasi.
Pengukuhan Munawari ditandai dengan penyerahan Mandau Komando, sebuah simbol kepemimpinan dan tanggung jawab besar dalam menjaga tradisi serta nilai-nilai luhur masyarakat Dayak Meratus. Mandau tersebut diserahkan langsung oleh tokoh adat senior, disaksikan oleh ratusan warga yang hadir.
Tidak hanya itu, Ketua Demang Loksadu dari Hulu Sungai Selatan turut hadir dan memberikan sebilah bambu pustaka. Bambu pustaka ini bukan sekadar simbol, melainkan representasi dari ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan sejarah panjang yang terukir dalam budaya Dayak Meratus. Pemberian ini melambangkan eratnya persahabatan dan kerjasama antar wilayah dalam melestarikan warisan budaya.
Dalam sambutannya, Munawari menyampaikan komitmennya untuk mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan adat Dayak Meratus agar tetap relevan di era modern.
“Adat adalah identitas kita, jati diri kita. Jika kita kehilangan adat, maka kita akan kehilangan arah,” tegas Munawari.
Pengukuhan Munawari sebagai Ketua Demang Dayak Meratus Loksadu Borneo diharapkan dapat menjadi angin segar bagi upaya pelestarian budaya di Kalimantan. Dengan kepemimpinan yang kuat dan dukungan dari seluruh masyarakat, adat Dayak Meratus akan terus hidup dan berkembang, menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
















Comment