Tolak “Stockpile” Batubara,warga Jambi Blokir Jalan Lintas Timur Sumatera

  • Bagikan
IMG 20250914 WA0067

Jambi, Exposee.id- warga Aur kenali,kota Jambi dan Mendalo darat, kabupaten Muaro Jambi memblokir jalan nasional Lintas Timur Sumatera pada Sabtu(13/09/25).

 

Warga menolak adanya pembangunan Stockpile batubara milik PT SAS.aksi pemblokiran jalan ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB.

 

“Kita menunggu dan meminta bertemu dengan gubernur Jambi,kami meminta kejelasan soal penolakan stockpile,”kata orator dalam tuntutannya,Sabtu pagi.

 

Warga akan mengancam akan mendirikan tenda dijalan lintas jika gubernur Jambi Al haris tidak kunjung datang.

 

Pantauan KABARDIGITAL di lapangan,warga duduk rapi tepat di badan jalan, sejumlah ibu rumah tangga duduk dengan memakai payung dan topi lengkap dengan kertas karton berisikan tuntutan mereka.

 

“Kalau perlu kami akan mendirikan tenda,jika gubernur Al haris tidak datang menemui kita,”kata seorang warga.

 

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jambi, Johansyah, menyatakan bahwa aspirasi masyarakat akan segera dilaporkan kepada Gubernur Jambi.

Pihak pemerintah berharap agar aksi massa tidak sampai mengganggu mobilitas vital di jalur utama tersebut, mengingat dampaknya yang luas.

 

Unjuk rasa yang berlangsung pada hari Sabtu ini, dimulai sejak pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB, telah mengakibatkan antrean kendaraan mengular hingga belasan kilometer.

Situasi ini mendorong Pemprov Jambi untuk segera mencari solusi demi memulihkan kondisi lalu lintas dan menjaga ketertiban umum.

 

Johansyah menjelaskan bahwa Gubernur Jambi telah mengetahui barisan masyarakat yang menolak pembangunan penyimpanan sementara batu bara (stockpile).

Pemerintah Provinsi Jambi pada dasarnya siap memfasilitasi diskusi untuk membahas kegelisahan yang dirasakan oleh masyarakat.

 

Pemerintah bertekad untuk tetap berada di posisi netral, melindungi kepentingan masyarakat, sekaligus menjamin iklim investasi tetap berjalan kondusif di Provinsi Jambi.

“Karena ini aspirasi masyarakat, nanti kita laporkan dulu ke pak gubernur. Kita minta aksi massa jangan sampai mengganggu mobilisasi di jalan lintas Sumatra Riau-Jambi,” ujar Johansyah.

 

Diharapkan, permasalahan terkait jalan khusus batu bara ini dapat segera menemukan titik terang dan penyelesaian.

Pemerintah memastikan bahwa tidak ada pihak yang akan dirugikan, baik masyarakat maupun investor, sehingga kedua aspek penting tersebut dapat berjalan seimbang.

 

Johansyah juga menambahkan harapan agar pertemuan yang dijadwalkan dapat menghasilkan kesepakatan.

“Mudah-mudahan, karena ini hari Sabtu, Minggu, dan Senin bisa dijadwalkan. Namun, permintaan masyarakat harus hari ini, saya berharap ini selesai dengan baik,” katanya, menunjukkan urgensi penanganan situasi

 

Aksi unjuk rasa penolakan jalan khusus batu bara ini secara signifikan berdampak pada arus lalu lintas di jalan lintas timur Sumatera.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kemacetan total tidak dapat dihindari, menyebabkan frustrasi bagi para pengguna jalan.

 

Kabag Ops Polresta Jambi, Kompol Army Sevtiansyah, mengonfirmasi pengerahan 130 personel kepolisian untuk mengawal jalannya unjuk rasa tersebut.

Pengamanan ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan memastikan aksi berjalan damai tanpa insiden yang tidak diinginkan.

 

Kompol Army berharap agar situasi dapat segera terurai dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik.

“Semoga cepat terurai, selesai dan aspirasi masyarakat tersampaikan,” tuturnya,menekankan pentingnya penyelesaian yang cepat dan efektif.

 

Kemacetan yang mengular hingga belasan kilometer ini menjadi bukti nyata dampak dari aksi penolakan jalan khusus batu bara.

Kondisi ini menuntut respons cepat dan koordinasi yang baik antara pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menemukan solusi jangka panjang.(*/Deby s)

banner 120x600
  • Bagikan

Comment