Terkendala Lahan, Kades Randudongkal Ungkap Sulitnya Cari Lokasi Gudang Kopdes Merah Putih

  • Bagikan
IMG 20260106 WA0033

PEMALANG, Exposee.id – Upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, kini terbentur kendala infrastruktur.

 

Ketiadaan lahan yang tersedia di wilayah administratif desa randudongkal menjadi penghambat utama pembangunan gudang yang sangat dibutuhkan bagi operasional koperasi.

 

Kepala Desa Randudongkal, Troy Suharto, secara terbuka mengonfirmasi tantangan ini. Menurutnya, gudang merupakan fasilitas vital yang berfungsi sebagai pusat logistik untuk menyimpan stok komoditas dan barang modal milik anggota koperasi.

 

Krisis Lahan di Wilayah Administratif,

Dalam keterangannya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp kepada portal media ini,6/1/2025. Troy Suharto menjelaskan bahwa sulitnya menemukan lokasi gudang murni disebabkan oleh terbatasnya lahan kosong milik desa yang memenuhi kriteria teknis.

 

“Kami membenarkan bahwa saat ini memang tidak ada lahan yang tersedia untuk pembangunan gudang Kopdes Merah Putih. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh wilayah di Desa Randudongkal sudah teralokasi untuk fungsi lain. Lahan kosong yang strategis untuk kriteria gudang memang sudah tidak ada di wilayah desa kami,” jelas Troy Suharto.

 

Upaya Komunikasi dengan Pemerintah Daerah

Menyikapi kebuntuan lahan tersebut, Pemerintah Desa Randudongkal tidak tinggal diam.

 

Troy mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya membangun komunikasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten (Pemda) Pemalang.

 

Langkah ini diambil dengan harapan adanya aset tanah milik Pemda yang berada di wilayah strategis Desa Randudongkal yang bisa dikerjasamakan untuk pembangunan gedung Kopdes Merah Putih.

 

  • Tujuan: Memanfaatkan aset daerah yang kurang produktif untuk kepentingan ekonomi desa.
  • Target: Terciptanya kolaborasi antara Pemdes dan Pemda dalam mendukung program Koperasi Desa.

Pentingnya Fasilitas Pergudangan

Kopdes Merah Putih dirancang sebagai motor penggerak ekonomi warga.

 

Ketiadaan gudang memaksa pengurus koperasi untuk memutar otak mencari alternatif penyimpanan sementara agar program-program kerja tetap berjalan.

 

Namun, tanpa fasilitas pergudangan mandiri, efisiensi logistik koperasi tentu tidak akan maksimal.

 

Harapan Solusi Kolaboratif

Meskipun saat ini status ketersediaan lahan masih nihil, Troy menegaskan bahwa Pemdes akan terus melakukan pemetaan ulang dan mencari solusi kreatif.

 

Ia berharap persoalan ini mendapatkan atensi dari pihak terkait agar tercipta solusi kolaboratif demi kepentingan masyarakat luas.

 

“Kami berharap ada perhatian dan jalan keluar bersama, mengingat peran strategis koperasi ini dalam memperkuat ketahanan ekonomi warga di tingkat desa,” pungkasnya

Pewarta: AW-007

banner 120x600
  • Bagikan

Comment