Rizal Bawazier Kecam Perumnas! Kenapa Rumah Murah Tak Sampai Pekalongan, Batang, dan Pemalang?

  • Bagikan
Rizal Bawazier
Anggota DPR RI PKS, Rizal Bawazier Sentil Perumnas: Mana Rumah Murah di Pekalongan, Batang, Pemalang?

Jakarta, Exposee.id – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Rizal Bawazier, tak mampu menyembunyikan kekesalannya terhadap PT Perumnas.

Dalam sebuah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta baru-baru ini, pria yang akrab disapa RB ini melontarkan sindiran keras kepada BUMN tersebut karena belum juga merealisasikan pembangunan rumah murah di daerah pemilihannya, yaitu Pekalongan, Batang, dan Pemalang.

RB menyoroti rekam jejak Perumnas yang sudah punya lebih dari 400 lokasi dan 31 proyek aktif di seluruh negeri.

“Perumnas sudah hadir lebih dari 400 lokasi dan 31 proyek aktif. Tapi kenapa tidak ada di Pekalongan, Batang, Pemalang?” tanya RB dengan nada geram.

Ia bahkan menegaskan, lahan di Pemalang sangat luas dan siap membantu urusan perizinan jika itu menjadi kendala.

Politisi PKS ini mendesak Perumnas untuk segera membangun hunian terjangkau di dapilnya demi membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah layak.

Ia optimistis masyarakat di sana akan rajin membayar cicilan KPR.

 

Kualitas Perumnas Terjamin, Beda dengan Pengembang Abal-abal

 

Tak hanya soal ketiadaan proyek, Rizal Bawazier juga menyindir fenomena rumah murah yang dibangun pengembang kecil namun mudah rusak.

Ia membandingkannya dengan Perumnas yang merupakan BUMN.

“Kalau Perumnas kan BUMN, kekuatan keuangannya bagus. Masyarakat juga lebih tenang karena kualitasnya tidak abal-abal,” tegasnya, menekankan pentingnya kualitas bangunan.

Menanggapi sindiran itu, perwakilan Perumnas, Tambok, mengakui bahwa mereka memang belum punya lahan di Batang dan Pemalang, meskipun ada di Pekalongan (Slamaran). Masukan dari RB akan menjadi pertimbangan bagi mereka.

 

Laporan Keuangan Disorot, Divestasi Jadi Harapan Perbaikan

 

Selain masalah perumahan, RB juga menyoroti laporan keuangan Perumnas yang dinilainya “kurang sehat”.

Ia mendesak agar kinerja keuangan perusahaan segera dibenahi, termasuk melalui strategi divestasi.

“Saya lihat laporan keuangannya masih kurang bagus. Mohon kinerja ke depan bisa lebih baik. Saya juga ingin tahu target divestasinya, apakah sudah maksimal atau masih bisa ditingkatkan,” kritiknya.

Tambok menjelaskan bahwa divestasi memang akan dituntaskan pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya perbaikan rasio keuangan dan menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Targetnya memang maksimal. Insyaallah selesai di 2025,” jawabnya.

Rizal Bawazier berharap keras agar Perumnas bisa segera mewujudkan proyek rumah murah di Pekalongan, Batang, dan Pemalang.

“Kami siap fasilitasi kalau dibutuhkan. Yang penting rakyat kami bisa punya rumah murah dan layak,” tutup RB, menegaskan komitmennya untuk masyarakat di dapilnya.

Akankah desakan dari Rizal Bawazier ini membuahkan hasil nyata dalam waktu dekat, memberikan akses rumah layak bagi masyarakat di Pekalongan, Batang, dan Pemalang.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment