Exposee.id — Real Madrid mulai keluar dari fase paling kelam musim ini. Bermain di Santiago Bernabéu, Los Blancos meluapkan amarah dan frustrasi dengan menghancurkan AS Monaco 6-1 pada lanjutan Liga Champions, sebuah kemenangan yang terasa sebagai pemulihan harga diri.
Pertandingan ini datang di tengah situasi genting. Pemecatan Xabi Alonso, kegagalan di Copa del Rey, hingga aksi protes suporter dengan siulan dan sapu tangan putih sempat membuat Bernabéu terasa dingin. Namun malam itu berbeda. Stadion kembali hidup, lagu-lagu dukungan bergema, dan Madrid bermain dengan emosi yang terkontrol.
Kylian Mbappé tampil tajam dengan dua gol, Jude Bellingham menambah satu gol, sementara Franco Mastantuono dan Vinícius Júnior ikut mencatatkan nama di papan skor. Satu gol lainnya hadir dari bunuh diri bek Monaco, Thilo Kehrer, yang semakin menegaskan dominasi tuan rumah.
Sorotan terbesar mengarah ke Vinícius Júnior. Winger asal Brasil itu sebelumnya menjadi sasaran kritik keras dan kerap disoraki publik sendiri. Namun di laga ini, ia menjawab dengan performa menyeluruh: satu gol dan keterlibatan langsung dalam tiga gol lainnya.
Gol Vinícius pada menit ke-63 menjadi momen emosional. Usai melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang, ia tidak berselebrasi berlebihan. Ia menunduk dan berjalan kembali ke tengah lapangan, sebelum dipeluk rekan-rekannya satu per satu.
“Beberapa hari terakhir sangat rumit bagi saya. Saya tidak ingin menjadi pusat perhatian karena hal-hal di luar lapangan,” ujar Vinícius seusai laga, dikutip dari The Guardian, Rabu (21/1/2026).
Pelatih anyar Madrid, Álvaro Arbeloa, menjadi orang pertama yang memeluk Vinícius di pinggir lapangan. Ia menyebut momen tersebut sebagai simbol penyatuan kembali antara tim dan pendukung.
“Pelukan itu bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh Madrid,” kata Arbeloa singkat.
Mbappé membuka pesta gol sejak awal laga. Selepas mencetak gol pertamanya, ia mengangkat kedua tangan ke arah tribun, gestur yang dibaca sebagai permintaan maaf kepada publik Bernabéu.
“Ini bukan minggu yang mudah,” kata Mbappé.
“Kami tahu kami berutang respons kepada para penggemar, dan malam ini kami menunjukkannya.”
Jude Bellingham menutup pesta gol Madrid dengan gol keenam. Ia merayakannya dengan gestur minum, menyindir rumor negatif tentang kehidupan pribadinya yang belakangan ramai dibicarakan.
“Banyak orang bicara macam-macam,” ujar Bellingham.
“Ada dua pilihan: mengeluh atau menertawakannya. Saya tahu kebenarannya dan saya memilih menikmati sepak bola.”
Gelandang Inggris itu juga menyinggung sikap suporter yang sempat mencemooh Madrid di laga sebelumnya.
“Itu bukan hal yang menyenangkan, tapi fans berhak punya pendapat. Tugas kami adalah merespons di lapangan, seperti dua pertandingan terakhir ini,” tambahnya.
AS Monaco nyaris tak mampu mengimbangi intensitas permainan Madrid. Meski sempat mencuri satu gol hiburan melalui Jordan Teze, jalannya laga sepenuhnya berada dalam kendali tuan rumah.
Kemenangan telak ini bukan hanya menjaga asa Madrid di Liga Champions, tetapi juga menjadi sinyal bahwa Bernabéu belum menyerah pada musim ini.

















Comment