BANJARNEGARA, Exposee.id— Pihak Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarnegara memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang menyebut sekolah menahan ijazah alumni hanya gara-gara belum menyerahkan buku novel.
Isu tersebut sempat memicu keprihatinan setelah seorang alumni mengaku dimintai syarat tambahan berupa penyerahan dua unit novel original untuk mengambil dokumen kelulusan miliknya.
Alumni berinisial F tersebut menyampaikan bahwa dirinya mendapat arahan untuk membawa buku sebelum ijazah dapat diserahkan. “Kalau mau mengambil ijazah harus bawa dua buku novel original,” ujar F.
Menanggapi keluhan itu, Humas MAN 2 Banjarnegara, Rowi, membantah tuduhan bahwa pihaknya sengaja menahan dokumen penting siswa.
Ia menegaskan tidak ada kebijakan atau prosedur resmi di madrasah yang memberatkan alumni dalam proses pengambilan ijazah.
Menurut Rowi, munculnya kabar penahanan ijazah akibat syarat penyerahan novel tersebut kemungkinan besar dipicu oleh kekeliruan penerimaan informasi di lapangan.
”Kami tidak pernah mempersulit para siswa yang mau mengambil ijazah, apalagi adanya harus menyetor dua buku novel. Mungkin hanya miskomunikasi,” terang Rowi saat memberikan klarifikasi resmi pada Kamis (8/10/2026).
Guna menyelesaikan persoalan ini, pihak madrasah mengimbau para alumni yang hingga kini belum mengambil ijazah agar segera mendatangi sekolah.
Alumni diharapkan berkoordinasi langsung dengan pihak administrasi secara kekeluargaan untuk memperjelas alur pengambilan dokumen dan mengantisipasi kesalahpahaman lebih lanjut.
Pewarta: Gun

















Comment