PEKALONGAN, Exposee.id– Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rizal Bawazier, bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3 menggelar Seminar Sosialisasi Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Agenda strategis ini dilaksanakan sebagai langkah responsif dalam menghadapi tantangan geopolitik global serta dampak perubahan iklim (climate change) yang mulai memengaruhi sektor pertanian di tingkat daerah.
Sinergi Pusat, BUMN, dan Petani Daerah
Rizal Bawazier, yang bertugas di Komisi VI DPR RI dengan lingkup bidang BUMN, perdagangan, dan industri, menyatakan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan merupakan hak dasar masyarakat yang memerlukan penanganan prioritas. Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah ini, penguatan sektor pangan harus dimulai dari integrasi kebijakan di tingkat akar rumput.
“Ketahanan pangan nasional tidak akan bisa tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara kebijakan regulasi di pusat, peran aktif BUMN sebagai motor penggerak, dan kesiapan para petani di daerah. Kita harus mengoptimalkan setiap jengkal lahan produktif agar mampu menjawab kebutuhan pasar domestik,” kata Rizal kepada wartawan di Pekalongan.
Tiga Poin Utama Penataan Sektor Pertanian
Seminar ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat di wilayah Pekalongan Raya, meliputi kelompok tani lokal, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor pangan, akademisi, hingga generasi muda yang bergerak di bidang agribisnis.
Dalam sesi pemaparan materi, perwakilan dari manajemen PTPN I Regional 3 bersama Rizal Bawazier memaparkan strategi penataan sektor pertanian yang difokuskan pada tiga poin utama:
Modernisasi Pertanian: Implementasi alat dan mesin pertanian modern untuk efisiensi produksi.
Teknologi Tepat Guna: Penerapan metode bertani yang sesuai dengan karakteristik lahan daerah.
Manajemen Distribusi: Pengelolaan hasil panen pascaproduksi yang lebih terstruktur.
Target Pembentukan Klaster Pangan Mandiri
Melalui program edukasi ini, para petani dan pelaku industri pangan lokal diharapkan dapat memahami tata kelola pascapanen secara mendalam guna memotong rantai pasok distribusi yang terlalu panjang.
Langkah taktis ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas harga, baik di tingkat produsen (petani) maupun konsumen.
Lebih lanjut, Rizal menambahkan bahwa pihak legislatif terus mendorong terbentuknya klaster-klaster pangan mandiri baru yang tersebar di wilayah Kabupaten Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, serta Kabupaten Batang.
Program jangka panjang tersebut ditargetkan dapat berkontribusi langsung pada pemenuhan target swasembada pangan nasional. (red)
















Comment