Menteri PU Laporkan Kondisi Jalan Nasional di Aceh Pasca Banjir dan Longsor

  • Bagikan
IMG 20251203 113612
Oplus_131072

Exposee.id – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan kondisi Provinsi Aceh sebagai wilayah yang paling terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Dampak dari bencana ini menyebabkan sejumlah daerah masih terisolasi karena akses jalan darat yang terputus. Hingga kini, tercatat 13 ruas jalan nasional di Aceh masih belum bisa dilalui, tersebar di tujuh kabupaten.

Beberapa daerah sebelumnya sempat terisolasi, seperti Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, kini sudah bisa dilalui kembali, meski operasional kendaraan masih terbatas.

“Terakhir, akses jalan Aceh Tengah dan Bener Meriah memang sudah bisa ditembus kemarin sore, walaupun masih terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat, khususnya yang 4×4. Jadi pengiriman logistik bantuan belum sepenuhnya lancar,” jelas Dody Kamis (18/12/2025).

Berdasarkan data Kementerian PU per 17 Desember 2025, sebanyak 38 ruas jalan nasional dan 16 jembatan terdampak banjir dan tanah longsor. Dari jumlah tersebut, 25 ruas jalan telah dapat dilalui secara fungsional, sementara 13 ruas jalan masih terputus.

Dody menambahkan, pihaknya tengah mengejar beberapa alternatif ruas jalan agar akses menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah bisa segera terbuka.

“Paling tidak ada empat ruas jalan alternatif yang sedang kami kejar pembukaannya, meski belum maksimal karena beberapa rambu jalan belum terpasang,” ujarnya.

Berikut daftar 13 ruas jalan nasional di Aceh yang masih terputus:

1. Kota Bireuen – Bts. Bireuen/Aceh Utara, panjang 26,11 Km (Kabupaten Bireun)

2. Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya – Lhok Seumot-Jeuram, panjang 82,72 Km (Kabupaten Nagan Raya)

3. Genting Gerbang – Celala – Bts. Aceh Tengah/Nagan Raya, panjang 25,92 Km (Kabupaten Aceh Tengah)

4. Kota Bireuen – Bts. Bireuen/Bener Meriah, panjang 33,78 Km (Kabupaten Bireuen)

5. Bts. Bireuen/Bener Meriah – Bener Meriah/Aceh Tengah, panjang 56,69 Km (Kabupaten Bener Meriah)

6. Bener Meriah/Aceh Tengah – Kota Takengon, panjang 5,43 Km (Kabupaten Aceh Tengah)

7. Pameue – Genting Gerbang, panjang 53,99 Km (Kabupaten Pidie & Aceh Tengah)

8. Sp. Uning (Bts. Kota Takengon) – Uwag (Km 379), panjang 19,01 Km (Kabupaten Aceh Tengah)

9. Uwaq (Km 379) – Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues, panjang 68,8 Km (Kabupaten Aceh Tengah)

10. Bts. Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren (022), panjang 20,57 Km (Kabupaten Gayo Lues)

11. Blangkejeren – Bts. Gayo Lues/Aceh Tenggara (023), panjang 59,56 Km (Kabupaten Gayo Lues)

12. Bts. Gayo Lues/A. Tenggara – Kota Kutacane, panjang 63,6 Km (Kabupaten Aceh Tenggara)

13. Genting Gerbang – Sp. Uning, panjang 39,09 Km (Kabupaten Aceh Tengah)

Dody menekankan, saat ini tidak ada lagi jalan antar kabupaten yang sepenuhnya terputus. Namun, sejumlah pekerjaan di jalan dan jembatan antar kecamatan masih berlangsung.

Hal ini menyebabkan truk logistik belum bisa masuk ke daerah terdampak, sehingga bantuan sementara masih disalurkan melalui jalur udara menggunakan helikopter, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Fokus kami sementara ini adalah membuka akses antar kabupaten dulu. Jika akses kabupaten sudah terbuka, akan lebih mudah menembus ke antar kecamatan di wilayah tersebut,” ujar Dody.

Dengan terbukanya akses jalan di Aceh Tengah dan Bener Meriah, Dody berharap distribusi bantuan logistik dapat lebih lancar ke daerah yang masih terisolasi.

“Harapannya dalam beberapa hari ke depan, setelah jembatan Bailey (sementara) terpasang, truk logistik bisa mulai masuk ke sana,” pungkasnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment