Exposee.id – Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) tengah bersiap menghadapi lonjakan penumpang dan potensi cuaca ekstrem di laut.
Kondisi ini selalu menjadi tantangan tersendiri karena arus mobilitas masyarakat meningkat drastis, sementara cuaca di laut kerap tak menentu.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak jauh hari. Informasi dari BMKG menjadi acuan utama untuk mitigasi risiko.
“Mengenai cuaca ekstrem memang sudah dikonfirmasi oleh BMKG. Jadi, sebagai operator, kami melakukan langkah antisipasi sebaik-baiknya. Potensi delay akibat cuaca ekstrem tentu menjadi perhatian kami,” ujar Tri.
Persiapan tidak hanya fokus pada kapal, tapi juga pada awak dan layanan penumpang. Durasi pelayaran yang bisa lebih dari satu hari menuntut manajemen SDM yang tepat agar ritme kerja awak tetap sesuai regulasi, sekaligus menjaga kenyamanan penumpang.
“Terkait kesiapan petugas, kapal kami berlayar lebih dari 24 jam, sehingga ada tiga shift untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Penambahan petugas kebersihan dan keamanan juga dilakukan, bahkan ditambah personel TNI AL selama pelayaran,” ungkap Tri.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI, Nuraini Dessy W., menambahkan bahwa kapasitas penumpang yang padat dikelola dengan perhitungan teknis ketat. Dispensasi kapasitas ekstra diberikan secara selektif, mulai dari 16% hingga 65%, tergantung kondisi kapal dan ruang yang tersedia.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, PELNI juga memasang CCTV di titik strategis, baik di dalam maupun luar kapal. Langkah ini menjadi bentuk komitmen perusahaan agar penumpang tetap aman, meski kapal padat.
“Kami ingin memastikan seluruh penumpang aman, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecopetan, walau kondisi kapal padat,” jelas Tri.
Dengan persiapan ini, PELNI berharap para penumpang dapat menikmati perjalanan Nataru dengan lebih aman dan nyaman, meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kapal yang padat.
















Comment