Exposee.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas partisipasi investor ritel di pasar saham Indonesia.
Namun, sebelum insentif fiskal digelontorkan, ia meminta dua lembaga kunci—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)—membereskan persoalan klasik yang terus merugikan investor kecil: saham gorengan.
Purbaya secara eksplisit memberikan tenggat enam bulan kepada regulator dan pengelola bursa untuk menindak tegas praktik penggorengan saham yang merusak kepercayaan publik.
“Kita lihat dalam enam bulan, lengkap atau tidak? Ada yang dihukum atau tidak? Kalau ada aksi yang jelas bahwa pelaku penggorengan saham dikenakan sanksi, barulah insentif diberikan,” ujar Purbaya.
Insentif Dihold Sementara, Pemerintah Tak Mau Investor Ritel Terjebak Risiko
Menurut Purbaya, memberikan insentif fiskal dalam kondisi pasar yang masih diwarnai saham gorengan justru dapat menimbulkan risiko berlebih bagi investor pemula.
Ia menilai pasar modal perlu dibersihkan lebih dulu agar benar-benar menjadi ruang investasi yang sehat.
“Kalau saya kasih insentif dalam keadaan sekarang, mereka bisa masuk ke tempat yang berbahaya. Tapi kalau pasar sudah dibereskan dan ekonomi membaik, investasi saham akan sangat menarik,” tegasnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan investor ritel terjadi secara berkelanjutan, bukan sekadar ramai sesaat namun berujung kerugian.
Mengembalikan Kepercayaan Publik Menjadi Prioritas
Fenomena saham gorengan telah lama menggerus kepercayaan investor ritel. Naik-turun harga yang tidak wajar, permainan bandar, hingga aksi manipulasi volume perdagangan membuat pasar terlihat tidak inklusif.
Dengan dorongan dari Kementerian Keuangan, fokus OJK dan BEI kini semakin kuat pada:
Penindakan tegas pelaku penggorengan saham
Transparansi dan perbaikan pengawasan transaksi
Penegakan sanksi yang dapat menjadi efek jera
Penguatan edukasi investor pemula
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan pasar modal yang lebih kredibel dan kompetitif dalam jangka panjang.
Pasar Bersih, Ekonomi Pulih, Investor Ritel Akan Tumbuh
Purbaya optimistis bahwa kombinasi antara perbaikan pasar dan pemulihan ekonomi akan membuat saham kembali menjadi instrumen investasi yang menarik. Dengan demikian, insentif fiskal nantinya dapat benar-benar memberikan dampak positif yang terukur.

















Comment