Exposee.id — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak dini hari kembali memicu banjir pada Jum’at (23/1/2026). Genangan air masih bertahan di sejumlah permukiman warga dan ruas jalan utama hingga sore hari, mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 15.00 WIB, banjir masih merendam 45 RT dan 22 ruas jalan di wilayah ibu kota. Genangan tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, dengan ketinggian air bervariasi dari belasan sentimeter hingga hampir satu meter.
“Curah hujan tinggi yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan genangan di sejumlah wilayah. Saat ini tercatat 45 RT dan 22 ruas jalan masih tergenang,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta dalam laporan resminya dikutip Jum’at, (23/1/2026).
Di Jakarta Barat, banjir menggenangi 18 RT yang berada di Kelurahan Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Sukabumi Selatan, dan Kedoya Utara.
Ketinggian air tercatat berkisar antara 15 hingga 90 sentimeter, dengan titik terdalam berada di Sukabumi Selatan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, banjir berdampak pada 27 RT, terutama di Kelurahan Petogogan dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Satu RT di Kelurahan Cipulir juga dilaporkan terendam hingga 60 sentimeter.
Tak hanya permukiman, genangan air turut melumpuhkan sejumlah ruas jalan di lima wilayah Jakarta. Beberapa titik yang terdampak di antaranya Jalan Daan Mogot KM 13 di Jakarta Barat, Jalan Gaya Motor Raya di Jakarta Utara, serta Jalan Letjen Suprapto di Jakarta Pusat. Ketinggian air di ruas jalan tersebut berkisar 10 hingga 50 sentimeter, menyebabkan perlambatan lalu lintas.
Kondisi serupa terjadi di Kota Bekasi. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, menyampaikan banjir masih menggenangi sejumlah wilayah akibat cuaca ekstrem.
“Banjir masih terjadi di beberapa titik di Kota Bekasi hingga saat ini,” ujarnya, Kamis.
Menurut Idham, ketinggian air di wilayah terdampak bervariasi antara 5 hingga 90 sentimeter. Sedikitnya sembilan kawasan dilaporkan tergenang, termasuk Perumahan Taman Narogong Indah, Jatibening Permai, Bulak Perwira, dan Bumi Bekasi Baru Utara.
Di Jatibening Permai, genangan dilaporkan mencapai 90 sentimeter meski pompa air telah dioperasikan.
Di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, banjir juga belum sepenuhnya surut. BPBD setempat mencatat genangan masih terjadi di lima kecamatan, yakni Kresek, Gunung Kaler, Kosambi, Jayanti, dan Tigaraksa.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan banjir dipicu oleh luapan Sungai Cidurian dan Sungai Cimanceuri akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung hampir sepanjang hari.
“Banjir ini merupakan dampak dari hujan ekstrem. Sebelumnya sempat meluas hingga 24 kecamatan dan berdampak pada sekitar 50 ribu warga,” jelasnya.
Meski di beberapa wilayah air mulai berangsur surut, potensi banjir susulan masih mengintai seiring prakiraan cuaca ekstrem yang belum sepenuhnya mereda.
Warga diimbau tetap waspada, menghindari wilayah rawan genangan, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan petugas kebencanaan.

















Comment