Gandeng Polisi Buru Kasus TB, Pemkab dan Polres Pemalang Luncurkan Program Bhabinkamtibmas Tracer

  • Bagikan
IMG 20260608 225937 copy 3456x2015 1 scaled 1

PEMALANG – Langkah masif diambil oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pemalang bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menekan angka penyakit menular.

Melalui sinergi bertajuk program “Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru”, Polres resmi meluncurkan Program Bhabinkamtibmas Tracer Tuberkulosis (TB) Paru di Pendopo Kabupaten Pemalang pada Senin (8/6/2026).

Acara peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, yang didampingi oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Ketua TP PKK dr. Noor Faizah Maenofie, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati.

Tindak Lanjut Program Provinsi demi Eliminasi TB

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menegaskan bahwa peluncuran di tingkat kabupaten ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Langkah ini menjadi akselerasi nyata dalam mempercepat penanggulangan dan eliminasi TB Paru, mengingat Indonesia masih menghadapi beban kasus yang sangat tinggi.

“TB merupakan penyakit menular yang penyebarannya melalui droplet (percikan ludah), sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dan terukur. Kami berkomitmen penuh berkolaborasi dengan pemda, Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung eliminasi TB,” tegas AKBP Rendy.

Melalui program ini, personel Bhabinkamtibmas yang berada di baris terdepan di tiap-tiap desa akan dibekali pelatihan khusus. Mereka bertugas membantu tenaga kesehatan dalam melakukan tracing (pelacakan) kontak erat, memberikan edukasi, hingga mendampingi proses pengobatan pasien di lapangan.

Indonesia Peringkat 2 Dunia, Pemalang Kantongi Estimasi 4.620 Kasus

Urgensi keterlibatan aparat kepolisian ini dipertegas oleh data yang dipaparkan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah akumulasi kasus TB.

Di tingkat lokal, per 28 April, diperkirakan terdapat sekitar 4.620 kasus TB di Kabupaten Pemalang. Namun, dari estimasi tersebut:

Baru ditemukan: Sekitar 1.400 kasus.

Sudah mendapat pengobatan: 1.237 kasus.

“Artinya masih ada pekerjaan rumah (PR) besar yang harus kita selesaikan bersama. TB paru tidak dapat dikenali secara kasat mata, sehingga diperlukan gerilya tracing, pemeriksaan medis, dan pengobatan berkelanjutan hingga pasien benar-benar dinyatakan sembuh,” ungkap Bupati Anom.

Bupati menilai kehadiran personel Bhabinkamtibmas akan menjadi suntikan energi dan kekuatan besar bagi lini kesehatan dalam mendeteksi kasus-kasus yang selama ini belum terlaporkan di tingkat akar rumput.

Strategi Lintas Sektor Menuju Target Eliminasi 2030

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang, Wiji Mulyati, selaku ketua penyelenggara menjelaskan bahwa penanggulangan TB tidak akan membuahkan hasil optimal jika digarap secara parsial (terpisah).

Keterlibatan aktif unsur TNI-Polri dan perangkat desa dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat deteksi dini, memutus rantai penularan, sekaligus menyukseskan target nasional Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030.

Rangkaian program ini ke depan tidak hanya fokus pada sosialisasi di ruang pertemuan, melainkan tindakan konkret berupa peningkatan kapasitas petugas lapangan, penyuluhan berkala, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pembagian alat skrining kesehatan ke desa-desa agar penanganan bisa berjalan lebih cepat, tepat, dan menyeluruh.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment