Sambut 1 Suro, Bupati Pemalang dan 15 Cabang Olahraga Bela Diri Sepakati Deklarasi Damai

  • Bagikan
IMG 20260613 040712 copy 3456x1942 scaled 1

PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama elemen pertahanan dan keamanan serta komunitas olahraga bela diri sepakat untuk menjaga kondusivitas daerah.

Komitmen ini dikukuhkan melalui kegiatan Silaturahmi dan Penandatanganan Deklarasi Damai yang berlangsung di Gedung Sasana Bakti Praja, Pemalang, pada Jumat (12/6/2026).

Acara penting ini dihadiri langsung oleh Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan dari 15 cabang olahraga bela diri se-Kabupaten Pemalang. Deklarasi ini digelar sebagai langkah preventif dan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkuat tali persaudaraan antarperguruan menjelang peringatan 1 Suro atau 1 Muharram 1448 Hijriah.

Melestarikan Tradisi dengan Menjaga Kondusivitas

Dalam sambutannya, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menekankan bahwa peringatan 1 Suro merupakan tradisi budaya sekaligus kearifan lokal warisan leluhur yang sarat akan makna. Oleh karena itu, kelestariannya harus dijaga tanpa menodai nilai-nilai luhur di dalamnya.

“Alhamdulillah kita memiliki maksud untuk bersilaturahmi dan mendeklarasikan damai di Kabupaten Pemalang dalam rangka menghormati tradisi leluhur. Pemerintah bersama Forkopimda akan senantiasa mendukung seluruh kegiatan yang positif, namun tetap mengedepankan kondusivitas,” ujar Bupati Anom.

Bupati juga menaruh harapan besar agar para pimpinan dan anggota cabang olahraga bela diri—khususnya perguruan pencak silat—dapat menjadi pelopor kedamaian. Mereka diminta aktif mengawal dan mengedukasi anggotanya selama pelaksanaan kegiatan 1 Suro. Menurutnya, esensi dari bela diri adalah sportivitas, persaudaraan, dan saling menghormati.

Membangun Ruang Komunikasi Antar-Stakeholder

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pemalang, Joko Ngatmo, selaku penyelenggara menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia olahraga bela diri, dan masyarakat luas.

Melalui komunikasi yang sehat, diharapkan muncul pemahaman bersama untuk saling menghormati perbedaan. Langkah ini dinilai efektif untuk meredam potensi kesalahpahaman, menghindari permusuhan, serta memperkokoh kerukunan di wilayah Pemalang.

Kapolres Pemalang: Jadikan Momentum Suro untuk Introspeksi Diri

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana memberikan arahan tegas namun humanis. Ia mengingatkan bahwa bulan Suro memiliki nilai spiritual, religius, dan historis yang kuat bagi masyarakat Jawa, terutama bagi warga perguruan pencak silat yang memiliki tradisi khusus.

AKBP Rendy Setia Permana mengimbau agar momentum ini dijadikan sebagai ajang introspeksi diri dan mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.

“Kami mengajak seluruh pimpinan perguruan dan warga pencak silat untuk mematuhi aturan yang berlaku. Mohon untuk tidak melakukan konvoi atau arak-arakan di jalan, menghindari tindakan provokatif, serta senantiasa menjaga sikap saling menghormati,” tegas Kapolres Pemalang.

Dengan ditandatanganinya deklarasi damai ini, seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk membawa Kabupaten Pemalang tetap aman, harmonis, dan kondusif selama perayaan 1 Suro dan seterusnya.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment