Klarifikasi Pengusaha BBM Tegal: Kami Diperas Rp70 Juta, Malah Temukan Korban Penyekapan di Mobil Pelaku

  • Bagikan
IMG 20260615 WA0060

TEGAL, Exposee.id– Terkait pemberitaan yang beredar mengenai insiden di sebuah rumah kos baru-baru ini, pihak pengusaha transportasi Bahan Bakar Minyak (BBM), Budi, memberikan klarifikasi resmi.

Langkah ini dilakukan guna meluruskan informasi simpang siur sekaligus mengungkap aksi kriminalitas murni yang merugikan perusahaannya.

 

Budi menyampaikan bahwa bisnis transportasi BBM miliknya telah beberapa kali dirugikan oleh oknum yang mengatasnamakan wartawan dan anggota Mabes Polri.

Dalam aksi terakhirnya, para pelaku nekat melakukan tindakan intimidasi hingga meminta uang tebusan dalam jumlah fantastis.

 

”Ada enam orang yang mendatangi lokasi, sedangkan dua lainnya kabur. Tiga orang mengaku sebagai wartawan dan satu lagi berinisial RN mengaku sebagai anggota Mabes Polri. Mereka menakut-nakuti sopir kami dan meminta sejumlah uang antara Rp50 juta hingga Rp70 juta,” ungkap Budi saat memberikan keterangan resmi pada Senin (15/6/2026).

 

Kronologi Kejadian: Tuduhan Palsu Solar Ilegal

Peristiwa bermula pada Minggu malam lalu. Kelompok oknum tersebut menyambangi sebuah rumah kos dan langsung menyasar truk tangki atau armada milik Budi yang sedang terparkir.

Mereka melayangkan tuduhan sepihak mengenai kepemilikan solar ilegal. Padahal, mobil tersebut dalam kondisi kosong dan baru saja selesai diperbaiki di bengkel.

 

Tak berhenti di situ, menjelang tengah malam, para oknum bertindak arogan dengan menggedor-gedor kamar kos sang sopir.

Mendapat laporan darurat dari karyawannya, Budi sengaja membiarkan situasi berjalan agar para pelaku tetap berada di lokasi, sembari dirinya bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak berwajib.

 

Temuan Mengejutkan: Dua Pemuda Asal Pemalang Disekap Pelaku

Kejutan besar terjadi saat armada operasional milik pelaku (mobil Toyota Innova hitam) diperiksa petugas di lapangan. Di dalam mobil tersebut, ditemukan dua orang pemuda asal Pemalang yang diduga kuat menjadi korban penyekapan oleh komplotan ini.

 

”Saat dicek, di dalam mobil hitam milik mereka ternyata ada dua orang pemuda yang disekap. Handphone dan uang tunai Rp700.000 milik kedua korban tersebut juga sudah dirampas oleh para pelaku,” jelas Budi secara gamblang.

 

Penggerebekan oleh Resmob dan Polisi Militer (PM)

Merespons laporan adanya pemerasan dan dugaan penyekapan, tim Resmob bersama Polisi Militer (PM) segera turun mengepung lokasi. Kehadiran gabungan aparat ini murni untuk mengamankan situasi dan memastikan keabsahan identitas para pelaku yang mencatut institusi negara.

 

Melihat kedatangan petugas, dua orang dari komplotan tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Sementara empat orang lainnya berhasil diamankan di tempat, yaitu:

 

  • RN (Oknum yang mengaku anggota Mabes Polri)
  • KDR (Oknum yang mengaku wartawan)
  • TGH (Oknum yang mengaku wartawan)
  • Seorang pria yang akrab disapa Botak

IMG 20260615 221956

Pihak Resmob dan PM menegaskan bahwa tindakan mereka di lapangan adalah prosedur baku untuk melindungi nama baik institusi dari para oknum gadungan.

 

”Kami memastikan identitas empat orang tersebut. Jangan sampai ada oknum yang mengaku-ngaku sebagai anggota Mabes Polri maupun wartawan, lalu mencemarkan nama baik institusi TNI, Polri, serta profesi jurnalis,” tegas salah satu petugas di lapangan.

 

Bantah Narasi Putar Balik Fakta

Budi juga membantah keras narasi keliru yang sengaja diembuskan di media sosial yang menyebut bahwa pihak perusahaan bersama aparat melakukan intimidasi atau pemerasan balik terhadap keempat oknum tersebut.

 

”Sebaliknya, justru kami yang menjadi korban pemerasan mereka,” tegasnya.

 

Ia menggarisbawahi bahwa personel Resmob maupun PM sama sekali tidak melakukan interogasi negatif ataupun mediasi ilegal di luar prosedur hukum.

Kasus pencatutan, pemerasan, dan dugaan penyekapan ini kini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum yang berlaku. (red)

banner 120x600
  • Bagikan

Comment