Antisipasi Kemarau, Distribusi Air Irigasi di Petarukan dan Comal Timur Dijaga Ketat

  • Bagikan
Antisipasi Kemarau, Distribusi Air Irigasi di Petarukan dan Comal Timur Dijaga Ketat

PEMALANG – Memasuki puncak musim kemarau, ancaman penurunan debit air mengintai ratusan hektar lahan pertanian di kawasan Pemalang bagian timur. Menanggapi potensi risiko kemarau tersebut, UPJI Wilayah VII DPUPR Kabupaten Pemalang memperketat pengawasan distribusi air irigasi yang melintasi Comal Timur, Rowopanggang, Petarukan, dan Sokawangi sejak Kamis, 16 Juli 2026.

Langkah siaga kekeringan ini dilakukan dengan mengoptimalkan debit air yang kian terbatas agar tepat sasaran hingga ke areal sawah yang paling rawan kering. Petugas disiagakan secara intensif untuk mengontrol elevasi air serta memastikan tidak ada kebocoran atau penutupan saluran secara sepihak yang dapat menghentikan aliran air ke area hilir.

Untuk menjaga ketersediaan pasokan secara berkesinambungan, diterapkan skema rotasi darurat. Alokasi air dialirkan selama 3 hari untuk wilayah Comal Timur dan Rowopanggang, kemudian dipindahkan secara penuh selama 4 hari ke wilayah Petarukan dan Sokawangi. Pembagian ini menjadi benteng pertahanan utama agar seluruh tanaman padi tetap mendapat pasokan air kritis selama periode kemarau.

Melalui langkah antisipasi ini, DPUPR berharap dampaknya dapat meminimalkan potensi kegagalan panen di kawasan tersebut. Masyarakat petani imbau untuk tetap berhemat air dan mengalirkan air sesuai jadwal giliran yang telah ditetapkan demi menjaga ketahanan pangan bersama di tengah musim kering.

banner 120x600
  • Bagikan

Comment