PEMALANG, Exposee.id – Pemerintah Kabupaten Pemalang kembali menggelar Gerakan Jumat Bersih (Korve) massal yang dipusatkan di Taman Patih Sampun Sirandu pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dengan didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Pemalang, Tutuko Raharjo.
Agenda rutin ini diikuti secara aktif oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pemalang. Langkah ini ditempuh sebagai komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, keindahan, sekaligus kenyamanan lingkungan perkotaan demi mewujudkan ruang publik yang sehat dan asri bagi masyarakat.
Bagian dari Program “Pemalang Hijau, Apik, dan Bersih”
Bupati Anom Widiyantoro menjelaskan bahwa Gerakan Jumat Bersih ini merupakan pilar utama dari program lingkungan berkelanjutan bertajuk Pemalang Hijau, Apik, dan Bersih yang serentak dilaksanakan setiap Jumat pagi di seluruh penjuru Kabupaten Pemalang.
“Setiap hari Jumat pagi kita berkegiatan Pemalang Hijau, Apik, bersih-bersih di semua wilayah yang ada di Kabupaten Pemalang. Terima kasih kepada para camat, kepala desa, dan lurah yang sudah menyelenggarakan kegiatan Jumat Resik, Hijau, Apik supaya lingkungan bisa lebih bersahabat dengan kita,” ujar Bupati Anom di sela-sela aksi korve.
Soroti Transformasi Taman Patih Sampun
Dalam kesempatan yang sama, Bupati secara khusus menyoroti kondisi fisik Taman Patih Sampun. Sebelum dilakukan penataan intensif, salah satu ikon ruang terbuka hijau di Pemalang ini sempat dikeluhkan warga karena kondisinya yang kumuh dan minim pencahayaan saat malam hari.
Menurutnya, gerakan pembersihan yang konsisten belakangan ini mulai membuahkan hasil yang positif bagi kenyamanan visual masyarakat.
“Taman Patih Sampun ini sebelumnya terlalu rungsep (rungkut/lebat tidak teratur) dan gelap. Alhamdulillah sekarang sudah agak terang dan bersih,” tambahnya.
Kesadaran Warga Jadi Kunci Keberlanjutan
Menutup arahannya, Bupati Anom turut mengetuk kesadaran kolektif seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan budaya hidup bersih dari lingkungan terkecil. Ia menegaskan bahwa intervensi pembersihan dari pemerintah tidak akan pernah cukup tanpa adanya kedisiplinan warga dalam menjaga fasilitas publik.
Ada dua poin penting yang ditekankan bupati untuk masyarakat:
Budaya Hidup Bersih: Menjadikan kebersihan sebagai kebutuhan dasar, bukan sekadar kewajiban.
Tertib Sampah: Berkomitmen penuh untuk selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
“Ayo budayakan hidup bersih, buang sampah dengan tertib. Itu yang paling penting,” pungkasnya. (red)
















Comment